Selasa, 05 Juli 2022 08:59

Awalnya Dikira Bunyi Petasan, Penembakan Saat Parade Hari Kemerdekaan AS Tewaskan Enam Orang

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Petugas berjaga di lokasi penembakan massal saat parade hari kemerdekaan Amerika Serikat (AS) di Chicago, Senin (4/7/2022) waktu setempat. (Foto: Nam Y. Huh/AP Photo)
Petugas berjaga di lokasi penembakan massal saat parade hari kemerdekaan Amerika Serikat (AS) di Chicago, Senin (4/7/2022) waktu setempat. (Foto: Nam Y. Huh/AP Photo)

"Ayah saya menyangka itu bagian dari pertunjukkan. Namun, saya mengatakan kepadanya tampaknya ada yang salah. Saya kemudian menarik dia dan semua orang juga berlarian karena panik," ujar warga bernama Zoe.

RAKYATKU.COM - Seorang pria bersenjata menembak mati sedikitnya enam orang dalam parade hari kemerdekaan Amerika Serikat (AS) di Chicago, Senin (4/7/2022) waktu setempat.

Polisi telah memburu pelaku penembakan yang masih buron. Sementara, pemerintah kota membatalkan rangkaian perayaan 4 Juli lainnya termasuk.

Di jalur parade, kursi kosong dan beberapa barang milik warga tertinggal saat warga melarikan diri setelah mendengar bunyi tembakan.

Baca Juga : Rusia Tuduh AS Terlibat Langsung dalam Perang di Ukraina

"Awalnya, semua orang mengira itu adalah bunyi petasan," ujar seorang warga yang mengaku bernama Zoe kepada CNN.

"Ayah saya menyangka itu bagian dari pertunjukan. Namun, saya mengatakan kepadanya tampaknya ada yang salah. Saya kemudian menarik dia dan semua orang juga berlarian karena panik," tuturnya.

Saat melarikan diri, Zoe mengaku melihat seorang perempuan ditembak mati. "Saya melihat dia ditembak. Saya melihat dia mati," ucapnya.

Baca Juga : Danny Pomanto Bertemu Diaspora Muslim Indonesia di Washington DC

Zoe mengaku dia dan ayahnya sempat bersembunyi di belakang tempat sampah sebelum polisi mengevakuasi mereka ke sebuah rubanah toko peralatan olahraga bersama sejumlah orang lain, beberapa dari mereka terluka.

Sponsored by MGID

Ketika mereka akhirnya bisa keluar, Zoe menyebut jalur parade itu telah berubah bak zona perang. "Itu sangat menakutkan," kata dia.

Komandan polisi Chris O'Neill mengungkapkan penembakan itu dimulai sekitar pukul 10.41 saat parade sudah berlangsung 3/4 jalan.

Baca Juga : Korea Utara Tuduh AS Lakukan Terorisme Biologi

"Tampaknya pelaku mengincar para penonton. Dia melakukan aksinya secara acak dan dengan sengaja. Itu sangat menyedihkan," ujar O'Neill.

Sebanyak lebih dari 20 orang dirawat di rumah sakit dan enam orang dipastikan tewas. Tersangka pelaku penembakan diidentifikasi sebagai seorang pria kulit putih berusia antara 18-20 tahun, berambut panjang hitam, dan menggunakan senapan serbu. (*)

Sumber: AFP, CNN

#Penembakan Massal #Amerika Serikat