Rabu, 25 Mei 2022 23:42

Korut Tembakkan Rudal Balistik Beberapa Jam Setelah Biden Tinggalkan Korsel dan Jepang

Usman Pala
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Rudal Korea Utara (foto: BBC News)
Rudal Korea Utara (foto: BBC News)

Peluncuran Rudal yang dilakukan Korea Utara hanya berselang beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat Joe Biden berangkat ke AS pada Selasa malam (24/5/2022), setelah perjalanan lima hari dalam kunjungannya ke Korea Selatan dan Jepang.

RAKYATKU.COM, -- Korea Utara (Korut) menembakkan tiga rudal balistik pada Rabu pagi (25/5/2022). Hal itu disampaikan pihak berwenang Korea Selatan yang mengatakan rudal ditembakkan dalam waktu kurang dari satu jam dari daerah Sunan di Pyongyang.

Peluncuran itu dilakukan beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berangkat ke AS pada Selasa malam (24/5/2022), setelah perjalanan lima hari dalam kunjungannya ke Korea Selatan (Korsel) dan Jepang.

Dalam pertemuan yang diadakan setelah peluncuran rudal, Dewan Keamanan Nasional Korea Selatan menyebut tes itu sebagai provokasi besar.

Baca Juga : Rusia Tuduh AS Terlibat Langsung dalam Perang di Ukraina

Pejabat AS dan Korea Selatan sebelumnya telah memperingatkan bahwa Korea Utara tampaknya siap untuk uji coba senjata lain, mungkin selama kunjungan Biden.

Selama kunjungannya ke Seoul selama akhir pekan, Biden dan mitranya dari Korea Selatan Yoon Suk-yeol setuju untuk mengadakan latihan militer yang lebih besar dan mengerahkan lebih banyak aset strategis AS jika perlu untuk mencegah uji coba senjata intensif Korea Utara.

 

Biden mengatakan Amerika Serikat siap untuk apa pun yang dilakukan Korea Utara.

Baca Juga : Danny Pomanto Bertemu Diaspora Muslim Indonesia di Washington DC

Sementara itu Jepang juga mengkonfirmasi bahwa setidaknya dua peluncuran terjadi pada hari Rabu tetapi mengakui mungkin ada lebih banyak lagi.

Sponsored by MGID

Menteri Pertahanan Jepang Nobuo Kishi mengatakan rudal pertama terbang sekitar 300km (186 mil) dengan ketinggian maksimum sekitar 550km, sedangkan yang kedua, mencapai setinggi 50km, menempuh jarak sekitar 750km.

Mr Kishi mengkritik peluncuran itu dengan mengatakan hal itu tidak dapat diterima karena itu akan mengancam perdamaian, stabilitas dan keselamatan Jepang dan masyarakat internasional.

Baca Juga : Korea Utara Tuduh AS Lakukan Terorisme Biologi

Sumber: BBC News

#Korea Utara #Rudal #Amerika Serikat #Korea Selatan #Joe BIden #Jepang