Minggu, 08 Mei 2022 23:12
Situasi Pabrik baja Azovstal di Mariupol yang tempat Tentara Ukraina terjebak dari serangan Rusia (foto: Sky News)
Editor : Usman Pala

RAKYATKU.COM, -- Pejuang Ukraina di pabrik baja Azovstal di kota Mariupol yang terkepung telah bersumpah untuk melanjutkan pendirian mereka selama mereka masih hidup.

 

"Kami akan terus berjuang selama kami masih hidup untuk mengusir penjajah Rusia," kata kapten Sviatoslav Palamar, wakil komandan Resimen Azov Ukraina dalam konferensi virtual, seperti dilansir Sky News, Minggu (8/5/2022)

"Kami tidak punya banyak waktu, kami berada di bawah pengeboman hebat," tambahnya, memohon kepada masyarakat Internasional untuk membantu mengevakuasi tentara yang terluka dari pabrik di Mariupol.

Baca Juga : Tekanan Barat Mendekatkan Tiongkok dan Rusia

Illia Samoilenko, seorang pejuang dari Resimen Azov yang juga mengambil bagian dalam konferensi virtual, mengatakan bahwa mereka masih memiliki senjata, amunisi dan air, dan siap untuk berperang selama mereka harus.

 

"Kami bisa mati kapan saja. Pesan kami adalah jangan sia-siakan usaha kami," kata Samoilenko.

Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berharap para pejuang yang masih terjebak dalam kondisi mengerikan di pabrik baja bisa diselamatkan.

Baca Juga : Rusia: Pemimpin Kelompok Wagner Dipastikan Tewas dalam Kecelakaan Pesawat

Diperkirakan sekitar 2.000 tentara Ukraina tetap berada di terowongan di bawah pabrik Azovstal, di mana mereka telah bersembunyi selama berminggu-minggu saat pasukan Rusia bergerak lebih jauh ke Kota Pelabuhan Selatan.