Rabu, 04 Mei 2022 09:28
Jaksa Agung Ukraina, Iryna Venediktova. (Foto: Kejaksaan Agung Ukraina)
Editor : Nur Hidayat Said

RAKYATKU.COM - Jaksa Agung Ukraina, Iryna Venediktova, menuduh Rusia menggunakan pemerkosaan sebagai taktik perang dan menggambarkan Presiden Rusia, Vladimir Putin, sebagai penjahat perang.

 

Rusia sebelumnya membantah menargetkan warga sipil dan menolak tuduhan pasukannya melakukan kejahatan perang di Ukraina.

Belum ada tanggapan dari Kremlin terkait tuduhan ini, tetapi sebelumnya mereka menolak tuduhan serupa termasuk soal Putin sebagai penjahat perang.

Baca Juga : Tekanan Barat Mendekatkan Tiongkok dan Rusia

Saat mengunjungi Kota Irpin yang hancur di dekat Kyiv, Venediktova mengatakan Ukraina sedang mengumpulkan informasi tentang tuduhan pemerkosaan, penyiksaan, dan dugaan kejahatan perang lainnya oleh pasukan Rusia.

 

Venediktova mengatakan tuduhan itu termasuk pemerkosaan terhadap wanita, pria, anak-anak, dan wanita tua. Ditanya apakah pemerkosaan adalah strategi Rusia yang disengaja dalam perang, dia mengatakan pada konferensi pers: "Saya yakin sebenarnya itu adalah strategi," katanya seperti dikutip Reuters, Selasa (3/5/2022).

"Ini, tentu saja, untuk menakut-nakuti masyarakat sipil ... untuk melakukan segalanya untuk (memaksa Ukraina) menyerah," ujarnya.

Baca Juga : Rusia: Pemimpin Kelompok Wagner Dipastikan Tewas dalam Kecelakaan Pesawat

Dia tidak merinci spesifik dari tuduhan pemerkosaan, tetapi mengatakan beberapa korban tetap di Ukraina dan takut berbicara karena khawatir pasukan Rusia kembali.

Venediktova mengatakan Putin memikul tanggung jawab atas apa yang terjadi di Ukraina sebagai panglima angkatan bersenjata Rusia.

"Putin adalah penjahat perang utama abad ke-21," katanya, mengingat intervensi militer Rusia di bekas republik Soviet Georgia, wilayah Chechnya Rusia, Suriah dan di Ukraina pada 2014.

Baca Juga : Putin Angkat Bicara Terkait Kecelakaan Pesawat yang Diduga Tewaskan Bos Wagner

"Jika kita berbicara tentang kejahatan agresi, kita semua tahu siapa yang memulai perang ini, dan orang ini adalah Vladimir Putin," tambahnya. (*)

Sumber: Reuters