Keputusan bersalah White diambil setelah mendapat pengakuan mantan istrinya, Helen White. Helen mengatakan kepada pengadilan bahwa mantan suaminya itu kerap membual kepada anak-anak mereka bahwa ia pernah memukuli pria gay di sebuah puncak tebing yang terkenal sebagai tempat berkumpulnya orang-orang gay.
Helen mengatakan ia membaca laporan surat kabar pada 2008 tentang kematian Johnson dan bertanya kepada suaminya apakah ia bertanggung jawab. "Itu bukan salah saya," jawab Scott White. "Si bodoh sendiri yang lari dan jatuh dari tebing."
Baca Juga : OJK Perkuat Kerja Sama Indonesia-Australia Tangani Scam Keuangan Lintas Negara
Perempuan itu bertanya pada suaminya, apakah itu terjadi karena ia mengejarnya, Scott White tidak pernah menjawabnya.
Dalam pemeriksaan silang, Helen membantah bahwa ia mengetahui imbalan 1 juta dolar Australia untuk informasi tentang pembunuhan Johnson ketika ia melaporkan mantan suaminya ke polisi pada 2019.
Ia mengatakan ia baru mengetahui hadiah itu ketika saudara laki-laki korban, Steve Johnson, melipatgandakan tawaran hadiahnya pada 2020. (*)
Baca Juga : Kasus Suami Bunuh Suami di Bone, Pelaku Ditangkap di Kolaka Utara
Sumber: VOA Indonesia
