Selasa, 03 Mei 2022 09:02

Pria Ini Akui Dorong Gay dari Tebing setelah 34 Tahun Berlalu, Motifnya Terungkap

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ilustrasi. (Foto: Pixabay)
Ilustrasi. (Foto: Pixabay)

"Saya mendorong seorang pria. Ia kemudian jatuh dari tebing," kata Scott White dalam rekaman wawancara polisi pada 2020 yang diputar di pengadilan.

Keputusan bersalah White diambil setelah mendapat pengakuan mantan istrinya, Helen White. Helen mengatakan kepada pengadilan bahwa mantan suaminya itu kerap membual kepada anak-anak mereka bahwa ia pernah memukuli pria gay di sebuah puncak tebing yang terkenal sebagai tempat berkumpulnya orang-orang gay.

Helen mengatakan ia membaca laporan surat kabar pada 2008 tentang kematian Johnson dan bertanya kepada suaminya apakah ia bertanggung jawab. "Itu bukan salah saya," jawab Scott White. "Si bodoh sendiri yang lari dan jatuh dari tebing."

Baca Juga : Sempat Kabur ke Palu, Resmob Polda Sulsel Amankan Pelaku Pembunuhan di Monginsidi

Perempuan itu bertanya pada suaminya, apakah itu terjadi karena ia mengejarnya, Scott White tidak pernah menjawabnya.

Dalam pemeriksaan silang, Helen membantah bahwa ia mengetahui imbalan 1 juta dolar Australia untuk informasi tentang pembunuhan Johnson ketika ia melaporkan mantan suaminya ke polisi pada 2019.

Ia mengatakan ia baru mengetahui hadiah itu ketika saudara laki-laki korban, Steve Johnson, melipatgandakan tawaran hadiahnya pada 2020. (*)

Baca Juga : Bappenas - Pemerintah Australia Fasilitasi Pemprov Rancang Pengembangan Transportasi Kawasan Mamminasata

Sumber: VOA Indonesia

Sponsored by MGID

 

#pembunuhan #australia #Penyuka Sesama Jenis