Rabu, 13 April 2022 18:59

Rusia Desak AS untuk Hancurkan Senjata Kimianya

Usman Pala
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ilustrasi(Foto : Anadolu Agency)
Ilustrasi(Foto : Anadolu Agency)

Rusia meminta AS untuk tidak menyebarkan disinformasi serta mendesak Washington untuk mengintensifkan proses menghancurkan senjata kimianya.

RAKYATKU.COM, - Kedutaan Besar Rusia di Amerika Serikat (AS), menanggapi klaim juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price tentang kemungkinan Moskow menggunakan senjata kimia di Ukraina.

Rusia meminta AS untuk tidak menyebarkan disinformasi serta mendesak Washington untuk mengintensifkan proses menghancurkan senjata kimianya.

“Kami menyerukan Washington untuk berhenti menyebarkan disinformasi. Sebaliknya, rekan-rekan harus mengintensifkan proses demiliterisasi kimia di negara mereka. Amerika Serikat tetap menjadi satu-satunya negara pihak Konvensi Senjata Kimia yang belum memenuhi komitmen internasional yang dibuatnya. Gudang senjata Amerika senjata jenis ini merupakan ancaman nyata bagi kemanusiaan," kata Dubes Rusia untuk AS dalam sebuah pernyataan lewat Telegram.

Baca Juga : Tekanan Barat Mendekatkan Tiongkok dan Rusia

Kedutaan juga mengecam klaim juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price tentang kemungkinan Moskow menggunakan senjata kimia di Ukraina.

"Kami mencatat pernyataan provokatif yang dibuat oleh Sekretaris Pers Departemen Luar Negeri AS Ned Price pada briefing pada 12 April bahwa negara kami mungkin dapat menggunakan senjata kimia sehubungan dengan dugaan kegagalan operasi militer khusus di Ukraina. Ned Price sekali lagi membedakan dirinya dengan omong kosongnya, tidak didukung oleh satu bukti pun," ucapnya.

Kedutaan menekankan bahwa angkatan bersenjata Rusia tidak memiliki agen perang kimia, karena semua persediaan telah dihancurkan.

Baca Juga : Rusia: Pemimpin Kelompok Wagner Dipastikan Tewas dalam Kecelakaan Pesawat

“Angkatan Bersenjata Federasi Rusia berhasil melaksanakan semua tugas mereka di wilayah Ukraina. Pada saat yang sama, mereka tidak dan tidak dapat memiliki agen perang kimia karena negara kita menghilangkan semua stok senjata kimia pada tahun 2017,” kata kedutaan.

Rusia melancarkan operasi militer khusus di Ukraina pada 24 Februari sebagai tanggapan atas seruan dari Republik Rakyat Donetsk dan Lugansk untuk perlindungan terhadap serangan intensif oleh pasukan Ukraina.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan operasi khusus, yang menargetkan infrastruktur militer Ukraina, bertujuan untuk "demiliterisasi dan de-Nazifikasi" Ukraina.

Baca Juga : Putin Angkat Bicara Terkait Kecelakaan Pesawat yang Diduga Tewaskan Bos Wagner

Sumber: Sputnik

#Rusia #Ukraina #Amerika Serikat #Senjata kimia