Selasa, 05 April 2022 08:11

Sambangi IAS, Ali Ngabalin: Saya Sedih Demokrat Zalimi Sahabat Saya!

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Juru Bicara Presiden, Ali Mochtar Ngabalin (kanan), bersama tokoh politik Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin, di kediamannya, Senin (4/4/2022).
Juru Bicara Presiden, Ali Mochtar Ngabalin (kanan), bersama tokoh politik Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin, di kediamannya, Senin (4/4/2022).

"Saya sangat prihatin. IAS ini dizalimi di Demokrat. Tokoh sekelas IAS jika dizalimi tentu banyak yang bersedih. Termasuk saya. Jadi sebagai sahabat saya datang tunjukkan rasa prihatin saya," ujar Ali Ngabalin.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Juru Bicara Presiden, Ali Mochtar Ngabalin, dalam kunjungannya ke Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), berkesempatan menyambangi tokoh politik Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin, di kediamannya, Senin (4/4/2022).

Kunjungan mantan anggota DPR RI dua periode ini dalam kapasitas sebagai sahabat IAS. Dia terang-terangan menyebut datang untuk menunjukkan rasa prihatin atas dinamika Demokrat Sulsel.

"Saya sangat prihatin. IAS ini dizalimi di Demokrat. Tokoh sekelas IAS jika dizalimi tentu banyak yang bersedih. Termasuk saya. Jadi sebagai sahabat saya datang tunjukkan rasa prihatin saya," ujar Ali Ngabalin di sela-sela buka puasa bersama IAS dan keluarga.

Baca Juga : Lagi, IAS Diserahi Ruko untuk Posko Pemenangan Pilgub di Poros Takalar

Selaku sahabat, Ali mengaku mengikuti saksama segala hal yang berkaitan dengan IAS di Sulsel. Termasuk dinamika politik yang dijalani IAS.

"Sebagai warga Sulsel, saya termasuk yang susah mencerna dengan akal sehat dinamika yang berujung pada gagalnya IAS memimpin Demokrat. Karena setahu saya yang namanya partai politik selalu butuh figur ketua yang punya basis massa yang jelas, terukur, dan nyata," sambung Ali.

 

Penzaliman nyata yang dialami IAS oleh Demokrat disebut Ali adalah skenario untuk menghindarkan IAS dari lembaga politik yang tidak bisa menghargainya.

Baca Juga : Ikut Pemakaman Azyumardi Azra, IAS Kenang Sosoknya yang Ramah dan Suka Menyapa

"Jadi tidak usah risau sahabatku. Boleh jadi sesuatu yang kita tidak senangi itu adalah baik untuk kita. Karena Allah subhanahu wa taala Yang Maha Tahu. Sabar dan salat kuncinya," pintanya kepada IAS.

Sponsored by MGID

Penzaliman yang dimaksudkan Ali juga disuarakan sejumlah kader Demokrat dan masyarakat Sulsel secara luas.

Putusan IAS tetap di Demokrat mengabaikan penzaliman yang dialaminya. Maklum, keputusan DPP menunjuk Ni'matullah alias Ulla sebagai ketua Demokrat dipertanyakan sejumlah pihak, baik kader Demokrat ataupun masyarakat Sulsel lebih luas.

Baca Juga : IAS: Festival Adat Je'ne-je'ne Sappara Jadi Pemersatu Warga Tarowang

Pada Musda lalu, IAS mengumpulkan suara lebih banyak dibandingkan Ulla, 16 berbanding 8 suara dari 24 DPC se-Sulsel. Pada momen yang sama, laporan pertanggungjawaban (LPj) Ulla juga ditolak oleh forum Musda lalu.

Menanggapi Ali Ngabalin, IAS berterima kasih sudah disambangi. "Pertemanan dengan beliau memang panjang. Bgitulah seharusnya sahabat," ucap IAS. (*)

#Ilham Arief Sirajuddin #Ali Ngabalin #Partai Demokrat