Senin, 14 Maret 2022 08:27

Rusia Serang Pusat Latihan Tentara Ukraina dan Sekutu NATO

Syukur Nutu
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ilustrasi. Rusia kembali melancarkan serangan udara yang menghantam bandara dan pangkalan militer di dekat Kota Lviv, Minggu (13/3). (via REUTERS/RUSSIAN DEFENCE MINISTRY)
Ilustrasi. Rusia kembali melancarkan serangan udara yang menghantam bandara dan pangkalan militer di dekat Kota Lviv, Minggu (13/3). (via REUTERS/RUSSIAN DEFENCE MINISTRY)

"134 lainnya dengan cedera dan tingkat keparahan berbeda-beda berada di rumah sakit militer"

RAKYATKU.COM - Pasukan Rusia melancarkan serangan udara di pangkalan militer di luar kota Lviv, bagian barat Ukraina, Minggu (13/3).

Lokasi pangkalan yang jadi tempat latihan militer itu berdekatan dengan perbatasan Polandia. Latihan militer dilakukan oleh instruktur asing.

Serangan tersebut dikabarkan mengakibatkan 35 orang tewas dan lebih dari 130 orang lainnya terluka.

Baca Juga : Aruna Kembali Ekspor Tuna, Kali Ini Tujuan Amerika

Menurut Kepala administrasi regional Lviv, Maksym Kozytsky dalam tulisan pada halaman Facebook yang terverifikasi, serangan Rusia itu menyasar markas penjaga perdamaian internasional.

"Saya harus mengumumkan bahwa, sayangnya, kami kehilangan lebih banyak pahlawan, 35 orang tewas akibat penembakan di markas penjaga perdamaian dan keamanan internasional," tulis Kozytsky di Telegram, setelah memperbarui jumlah korban yang awalnya tertulis sembilan orang.

"134 lainnya dengan cedera dan tingkat keparahan berbeda-beda berada di rumah sakit militer," tambahnya. Ia bilang informasi tentang jumlah korban masih akan diperbarui.

Baca Juga : Rusia Tuduh AS Terlibat Langsung dalam Perang di Ukraina

Kini kebakaran di pangkalan itu hampir sepenuhnya padam. Sementara para ahli sedang memeriksa puing-puing pasca serangan.

Sponsored by MGID

Pangkalan militer di Yavoriv, terletak sekitar 40 kilometer (25 mil) barat laut kota merupakan pusat pelatihan bagi pasukan Ukraina dengan instruktur asing, termasuk dari Amerika Serikat dan Kanada.

Lokasi itu juga merupakan pusat latihan bersama yang melibatkan tentara Ukraina dan sekutu NATO.

Baca Juga : Uni Eropa Telah Menemukan Kesepakatan untuk Balas Dendam ke Rusia

Menteri Pertahanan Ukraina Oleksiy Reznikov mengaku belum mengetahui apakah instruktur asing sedang berada di lokasi atau tidak saat kejadian.

Pasukan asing sebelumnya telah meninggalkan Ukraina sebelum Rusia melancarkan invasi ke ke Ukraina pada 24 Februari. Amerika Serikat mengatakan pada 12 Februari mereka menarik 150 instruktur dari Ukraina.

Reznikov juga mengutuk aksi pemboman itu sebagai 'serangan teroris baru terhadap perdamaian dan keamanan di dekat perbatasan UE-NATO'.

Baca Juga : Danny Pomanto Bertemu Diaspora Muslim Indonesia di Washington DC

"Tindakan harus diambil untuk menghentikan ini. Tutup langit!" dia menulis.

Sumber : CNN

#Rusia vs Ukraina #Amerika Serikat #NATO #Uni Eropa #PBB