Kamis, 10 Maret 2022 14:57
Ilustrasi.
Editor : Nur Hidayat Said

RAKYATKU.COM - Tertuga teroris yang tewas dalam penangkapan oleh Densus 88 Antiteror Mabes Polri ternyata seorang dokter.

 

Sekretaris The Islamic Study and Action Center (ISAC) Surakarta yang selama ini aktif melakukan advokasi kasus-kasus terkait penangkapan terduga teroris, Endro Sudarsono, mengaku telah mendapat aduan dari keluarga korban.

"Koban adalah dr. Sunardi, yang selama ini praktik di Ponpes Ulul Albab, Polokarto, Sukoharjo. Kalau rumahnya di Bendosari, Sukoharjo," ujar Endro, Kamis (10/3/2022).

Baca Juga : Empat Tersangka Teroris Jaringan Jamaah Islamiyah Ditangkap di Batam

Endro mengungkapkan, berdasarkan informasi dari keluarga, biasanya dr. Sunardi pulang dari Ulul Albab sekitar pukul 21.00 WIB. Namun, Rabu (9/3/2022), hingga tengah malam dr. Sunardi belum tiba di rumah.

 

"Ditunggu hingga tengah malam belum nyampai rumah. Keluarga malah mendapat kabar bahwa dr. Sunardi ditangkap petugas. Nah, tadi pagi keluarga datang ke Polres Sukoharjo mencari kepastian tersebut," beber Endro.

Dari Polres Sukoharjo, diketahui bahwa dr. Sunardi tewas saat ditangkap Densus 88. Selanjutnya Polres Sukoharjo menawari keluarga untuk menjemput jenazah dr. Sunardi yang saat ini berada di rumah RS Bhayangkara Semarang.

Baca Juga : Terduga Teroris Tewas Saat Ditangkap di Sukoharjo

"Proses penangkapannya seperti apa hingga harus berakhir dengan kematian korban, sejauh ini kami maupun keluarga belum tahu. Tim kami di ISAC saat ini masih terus berkoordinasi dengan keluarga," ujar Endro. (*)

Sumber: Detik.com