Sabtu, 05 Maret 2022 10:21

Warnanya Pucat dan Tampak Menjijikkan, Penjara di Australia Dituduh Sajikan Daging Babi untuk Napi Muslim

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Tim inspeksi menguji daging cincang yang disajikan di Penjara Launceston. "Warnanya pucat dan tampak menjijikkan, sulit untuk memastikan apa dagingnya dan juga rasanya hambar," katanya.

RAKYATKU.COM - Petugas penjara di Tasmania, Austrakua, dituduh menyajikan daging babi kepada napi muslim dan menyebutnya bukan daging babi.

Inspektur Lembaga Pemasyarakatan Australia membuat 20 rekomendasi setelah memeriksa makanan yang disajikan di penjara dengan melibatkan ahli gizi Ngaire Hobbins.

Laporan yang disusun oleh Richard Connock berdasarkan inspeksi pada 2020 lalu itu menemukan bahwa tidak seorang pun yang terlibat dalam penyiapan makanan telah dilatih tentang kebersihan makanan.

Baca Juga : Australia Tim Ke-31 Lolos ke Piala Dunia 2022

Disebutkan bahwa kualitas dan kuantitas makanannya memang cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi narapidana. Namun, disebutkan ada yang "tidak beres" dalam prosesnya.

Menurut Ngaire Hobbins, sejumlah napi mengeluhkan bahwa devon, salami, dan daging olahan lainnya ternyata mengandung daging babi.

 

Sipir penjara meyakinkan napi bahwa daging yang disajikan tidak mengandung babi, tetapi temuan inspektorat memastikan makanan itu mengandung daging babi.

Baca Juga : Gubernur Andi Sudirman Paparkan Potensi Multisektor di Sulsel ke Perdana Menteri Australia

"Ini sangat mengkhawatirkan, apalagi mereka selalu mengatakan produk ini tidak mengandung daging babi," kata Hobbins dalam laporannya.

Sponsored by MGID

Menurut seorang napi muslim, meskipun petugas dapur mengetahui orang Islam dilarang makan daging babi, tetapi ia tetap diberi salad ham.

Tim inspeksi menguji daging cincang yang disajikan di Penjara Launceston.

Baca Juga : Bertemu Gubernur Andi Sudirman, Perdana Menteri Albanese: Australia Akan Pererat Kerja Sama

"Warnanya pucat dan tampak menjijikkan, sulit untuk memastikan apa dagingnya dan juga rasanya hambar," katanya.

Laporan itu juga mengungkapkan para napi dalam sel dengan pengamanan maksimum diberi paket sup meskipun mereka tidak punya alat untuk memanaskannya. (*)

Sumber: ABC Indonesia

#Tasmania #australia #babi #Muslim