Jumat, 11 Februari 2022 17:00

KSP: Jangan Remehkan Vaksin, Terbukti Bisa Kurangi Keparahan Varian Omicron

Usman Pala
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden dr. Brian Sri Prahastuti (Foto: Kantor Presiden)
Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden dr. Brian Sri Prahastuti (Foto: Kantor Presiden)

"Sudah terbukti vaksin bisa mengurangi tingkat keparahan COVID-19 varian Omicron," tegas Brian, di gedung Bina Graha Jakarta, Jum'at (11/2/2022).

RAKYATKU.COM, JAKARTA- Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden dr. Brian Sri Prahastuti mengingatkan masyarakat untuk tidak meremehkan vaksin.

"Sudah terbukti vaksin bisa mengurangi tingkat keparahan COVID-19 varian Omicron," tegas Brian, di gedung Bina Graha Jakarta, Jum'at (11/2/2022).

Brian menjelaskan, selemah apapun virus kalau terlontar akan menginfeksi. Namun jika virus itu ada di dalam badan orang yang sudah memiliki kekebalan tubuh atau antibodi, maka virus itu menjadi sangat lemah.

Baca Juga : Berlaku 17 Juli 2022, Kemenhub Terbitkan Surat Edaran Perjalanan Dalam dan Luar Negeri

"Sebaliknya, jika virus itu masuk ke dalam tubuh yang tidak memiliki antibodi, selain menginfeksi juga akan mengubah bentuknya menyesuaikan lingkungan tubuh manusia manusia yang dilewatinya," tutur Brian.

"Kalau perubahannya menjadi tambah jinak, ya Aman. Tapi jika perubahan malah menjadikan varian mutan yang lebih berbahaya, ini yang sangat beresiko," ungkap Brian.

 

Sebelumnya pada Senin (7/2/2022), Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan berbicara keras terkait penyebaran pesan anti vaksin.

Baca Juga : Cegah Penyebaran Covid-19 Jelang Pembelajaran Tatap Muka Pemkot Makassar Lakukan Penyemprotan Disinfektan

Ia bahkan menunjuk kelompok yang menghembuskan pesan anti vaksin, harus bertanggung jawab terhadap angka kematian akibat COVID-19 lantaran tidak mendapat vaksinasi.

Sponsored by MGID

Luhut juga memaparkan, sebanyak 69 persen dari total 356 pasien korban meninggal COVID-19 varian Omicron memang karena belum mendapat vaksinasi lengkap.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 42 persennya merupakan pasien yang memiliki komorbid, dan 44 persen lainnya kelompok masyarakat lanjut usia atau lansia.(*) 

#KSP #vaksin #Covid-19 #Varian Omicron