Selasa, 25 Januari 2022 12:54

WHO: Bahaya Berasumsi Omicron Akan Menjadi Varian Terakhir COVID-19

Usman Pala
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus (Foto: Reuters)
Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus (Foto: Reuters)

"Berbahaya untuk berasumsi bahwa Omicron akan menjadi varian terakhir, dan bahwa kita berada di akhir permainan," kata Tedros dalam pertemuan dengan dewan eksekutif WHO, Senin (24/1/2022).

RAKYATKU.COM,JENEWA,--Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus memperingatkan bahwa berbahaya untuk menganggap varian Omicron akan menandai akhir dari fase paling akut COVID-19. Ia pun mendesak negara-negara untuk tetap fokus mengalahkan pandemi.

"Berbahaya untuk berasumsi bahwa Omicron akan menjadi varian terakhir, dan bahwa kita berada di akhir permainan," kata Tedros dalam pertemuan dengan dewan eksekutif WHO, Senin (24/1/2022).

"Sebaliknya, secara global kondisinya bisa lebih banyak varian yang muncul," tambahnya, dikutip dari Reuters, Selasa (25/1/2022).

Baca Juga : Jokowi Izinkan Masyarakat Tak Pakai Masker di Ruang Terbuka

Sehingga Tedros mendesak negara-negara untuk tetap disiplin dan bersatu dalam memerangi virus corona, meski varian Omicron ini dampaknya kurang mematikan dan telah meningkatnya prevalensi vaksin sehingga memberikan optimisme di beberapa negara bagian bahwa pandemi terburuk mungkin telah berlalu.

“Pandemi COVID-19 sekarang memasuki tahun ketiga dan kita berada pada titik kritis,” katanya.

 

"Kita harus bekerja sama untuk mengakhiri fase akut pandemi ini. Kita tidak bisa membiarkannya terus berlarut-larut, bergerak di antara kepanikan dan kelalaian," jelasnya.

#Covid-19 #WHO