Sabtu, 22 Januari 2022 20:02

Kronologi Kasus Varian Omicron Pertama di Sulawesi Selatan

Usman Pala
Konten Redaksi Rakyatku.Com
ilustrasi
ilustrasi

Kata Arman, sejak pulang dari Maluku pada akhir Oktober 2021, pasien tersebut selalu sakit-sakitan dan beberapa kali sempat berobat ke Puskesmas Bontomarannu.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR- Satu orang warga Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan terkonfirmasi COVID-19 varian Omicron setelah pulang dari Maluku akhir Oktober 2021.

Penjabat Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan ( Dinkes Sulsel), dr Arman Bausat mengatakan pasien tiba di Kabupaten Takalar setelah bekerja di perusahaan ikan di daerah Dobo, Kepulauan Aru, Provinsi Maluku.

Kata Arman, sejak pulang dari Maluku pada akhir Oktober 2021, pasien tersebut selalu sakit-sakitan dan beberapa kali sempat berobat ke Puskesmas Bontomarannu.

Baca Juga : Achmad Yurianto Mantan Jubir Satgas Penanganan COVID-19 Meninggal Dunia

"Pasien berobat di Puskesmas Bontomarannu, Kabupaten Takalar dengan keluhan dyspepsia. Tidak dirawat hanya diberi obat dan rawat jalan," ucap Arman.

Kemudian setelah itu kata Arman, awal bulan Januari 2022, pasien masuk ke RSUD Padjonga Dg. Ngalle melalui IGD dengan keluhan sesak napas dan batuk. Diagnosa awal adalah dyspneu TB paru on treatment.

Ia kemudian dirawat di ruang isolasi azalea RSUD Padjonga Dg. Ngalle setelah itu dilakukan pengambilan swab hidung dan tenggorok untuk pemeriksaan PCR COVID-19 (pengambilan I). sampel diperiksa d RSUD Padjonga Dg. Ngalle.

Baca Juga : Jokowi Izinkan Masyarakat Tak Pakai Masker di Ruang Terbuka

"Tanggal 3 Januari diterima hasil laboratorium pemeriksaan PCR Positif COVID-19," ujar Arman.

Sponsored by MGID

Setelah itu dilakukan kembali pengambilan swab II dan pemeriksaan swab PCR di BBTKL Makassar. Hasilnya Positif COVID-19.

"Sisa sampel Positif dari BBTKL dikirim ke Litbangkes Jakarta untuk pemeriksaan WGS (varian omicron)," kata Arman.

Baca Juga : Melanggar, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson Didenda

Kemudian dilakukan kembali swab III dan swab IV untuk follow up. Di periksa di laboratorium PCR RSUD Padjonga Dg. Ngalle. Hasil masih positif COVID-19.

Setelah itu kata Arman, pasien pulang paksa dari rumah sakit. Dinkes Provinsi Sulsel/Dinkes Takalar kemudian menerima hasil pemeriksaan sequencing (WGS) dari PHEOC dan Litbangkes Jakarta. Hasilnya dinyatakan positif COVID-19 varian omicron.

"Pasien dijemput dirumahnya untuk kembali diisolasi di RSUD Padjonga Dg. Ngalle," ucap Arman.

Baca Juga : Bertiang Bambu Beratap Terpal, Mesjid di Takalar Butuh Bantuan

Setelah itu pihak Dinkes mengambil langkah antisipasi agar varian Omicron tersebut tidak meluas. Dinkes Takalar dan Puskesmas melakukan contact tracing. Dilakukan pengambilan swab untuk kontak erat dirumah pasien. 

"Pada tanggal 20 Januari 2022, telah diambil sampel swab hidung dan tenggorokan untuk kontak erat penderita sebanyak 19 sampel (16 orang nakes dan 3 orang keluarga)," jelas Arman.

Sampel swab kemudian dibawa langsung oleh petugas laboran BBTKL Makassar untuk diperiksakan di BBTKL Makassar.

Baca Juga : Ini Hukum Vaksinasi COVID-19 Saat Menjalani Puasa Ramadan

"Diterima informasi dari BBTKL Makassar, bahwa seluruh spesimen yang diperiksa (19 spesimen) hasilnya negatif COVID-19," tutur Arman.

#Varian Omicron #Dinkes Sulsel #kabupaten takalar #Covid-19