Rabu, 19 Januari 2022 16:41

Terungkap Motif Dokter Kecantikan di Makassar Jual Surat Keterangan PCR dan Swab Antigen Palsu

Syukur Nutu
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Komang Suartana saat rilis pengungkapan dugaan pemalsuan hasil tes swab PCR dan Antigen pada Rabu 19/1/2022.
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Komang Suartana saat rilis pengungkapan dugaan pemalsuan hasil tes swab PCR dan Antigen pada Rabu 19/1/2022.

"Alasan pelaku untuk membayar gaji karyawan, operasional dari klinik serta untuk kepentingan pribadinya,"

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Dokter kecantikan inisial, CH (34) membeberkan alasan melakukan pemalsuan hasil tes swab PCR dan Antigen untuk perjalanan penerbangan.

Kepada polisi pelaku mengakui perbuatannya telah dilakukan sejak pertengahan tahun 2021 hingga diungkap oleh polisi. Adapun konsumen yang diduga telah menggunakan jasa pembuatan surat keterangan palsu itu sudah mencapai kurang lebih 100 orang.

"Alasan pelaku untuk membayar gaji karyawan, operasional dari klinik serta untuk kepentingan pribadinya," kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Komang Suartana, Rabu 19/1/2022.

Baca Juga : Ditlantas Polda Sulsel Razia Pengguna Pelat Putih Tulisan Hitam

Sebelumnya, polisi menangkap pelaku yang juga owner Klinik Kecantikan HOB di Jalan Andi Djemma, Kota Makassar pada Jumat 14/1/2022 atas dugaan pemalsuan dokumen.

Kombes Pol Komang Suartana mengatakan, pelaku melakukan pembuatan tes swab PCR dan Antigen yang dibuat secara tidak resmi atau fiktif tanpa melalui prosedur yang seharusnya.

"Pelaku mengeluarkan hasil tes PCR dan Antigen tanpa melakukan pemeriksaan. Ia (CH) kesehariannya berprofesi dokter spesialis kecantikan," tambahnya.

Baca Juga : Miliki Panah, Sembilan Remaja di Gowa Ditangkap Polisi

Pengungkapan ini berawal saat anggota Resmob Polsek Rappocini melakukan penyelidikan pencurian handphone di klinik kecantikan tersebut. Saat melakukan penggeladahan ditenemukan percakapan di handphone pelaku terkait bisnis PCR dan Antigen.

Sponsored by MGID

Dalam percakapan itu, dokter kecantikan ini mengiming-imingi pasien mendapatkan hasil PCR dan Antigen tanpa pemeriksaan. Pasien hanya mengirimkan kartu identitas.

"Awalnya selidiki adanya calon karyawan kehilangan HP tetapi malah ditemukan tes PCR dan Antigen palsu ini," ungkapnya.

Baca Juga : Remaja Dari Gowa Dibawa Kabur Pacar ke Parepare, Beruntung Diselamatkan Polisi

Dalam pembuatan hasil COVID-19 ini, CM mematok sejumlah harga. Untuk tes PCR kisaran harga Rp700 ribu hingga Rp900 ribu. Sementara, Antigen seharga Rp200 ribu hingga Rp400 ribu.

"Pasien membayar dengan cara transfer ke rekening pelaku, sesuai dengan tarif yang ditentukan," ungkapnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal berlapis yakni Pasal 263, 267 dan 268 junto pasal 55, pasal 56 KUHP, dengan ancaman hukuman pidana maksimal 6 tahun penjara.

#polrestabes makassar #Polda Sulsel #polsek rappocini #klinik kecantikan #pemalsuan dokumen