Kamis, 09 Desember 2021 14:21
Editor : Alief Sappewali

RAKYATKU.COM,JENEPONTO -- Nahas menimpa siswa SD di Jeneponto. Dia meninggal saat bermain di bekas tambang galian C di Kelurahan Balang, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

 

Tangis pun pecah setelah mayat Yuda korban tenggelam tersebut tiba di rumah duka. Salah satu dari keluarganya ada yang menangis histeris, sambil meratap, sembari warga lainnya membujuknya untuk bersabar.

Bekas tambang galing C tersebut tidak jauh dari patung bersejarah. Patung Makkasau yang merupakan salah satu pahlawan asal Jeneponto yang pernah mengusir penjajah di Butta Turatea.

Baca Juga : Jelaskan Titik Pusat Gempa NTT, BPBD: Warga Jeneponto Tidak Perlu Panik

Kapolsek Binamu, Iptu Baharuddin mengatakan setelah mendapat informasi langsung menuju tempat kejadian. Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara bersama tim Inafis Polres Jeneponto.

 

Baharuddin bilang, sesuai informasi yang dihimpun, Yuda sempat turun di bekas tambang galian C itu dan tidak kembali lagi. Salah seorang temannya di sekolah melaporkan kepada orang tua korban.

"Pada saat ditemukan, korban masih dalam keadaan hidup dan dibawa ke Rumah Sakit Lanto Daeng Pasewang dan dalam perjalanan, korban mengembuskan nafas terakhirnya," terang Baharuddin.

Baca Juga : Hendak Mancing di Sungai Malam-Malam, Warga Gowa Ditelan Air Sungai yang Mendadak Pasang Naik

"Penanganan yang kami lakukan, saat ini melakukan penyelidikan. Menurut informasi tambang tersebut adalah tambang galian C. Dan kalau masalah aktif tidaknya, saya belum tahu," sebutnya.

Ditambahkan, kemungkinan korban meninggal dunia karena tidak bisa berenang yang diperkirakan berada di kedalaman dua meter. Apalagi musim hujan air tergenang di tempat itu.

Baca Juga : Pembangunan Puskesmas di Jeneponto Diprotes Warga, Diduga Menyeberang 30 Meter ke Lahan Tetangga

"Langkah dan upaya yang kami lakukan saya imbau kepada masyarakat apalagi ini musim hujan agar menghindari tempat-tempat yang berbahaya seperti yang terjadi di tempat ini," pungkasnya.

 

Penulis : Samsul Lallo