Senin, 06 Desember 2021 10:11

Dugaan Kasus Pemalsuan Tanda Tanda Lurah di Makassar, Polisi Naikkan ke Tingkat Penyidikan

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Dengan peningkatan status dari penyelidikan ke penyidikan, tim penyidik kemudian melakukan penyitaan dokumen yang diduga dilakukan pemalsuan.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Tim penyidik Reskrim Polsek Tallo, Polrestabes Makassar, terus mendalami kasus dugaan pemalsuan tanda tangan Lurah Kaluku Bodoa. Dalam kasus ini terlapor merupakan pensiunan aparatur sipil negara (ASN) berinisial AS.

Kanit Reskrim Polsek Tallo, Iptu Ahmad, mengatakan kasus tersebut telah resmi naik ke tingkat penyidikan. Peningkatan status tersebut dilakukan setelah dilakukan pendalaman lebih lanjut pasca menerima laporan dugaan pemalsuan.

"Iya sudah sidik (penyidikan)," kata Iptu Ahmad, Senin (6/12/2021).

Baca Juga : Cegah Tawuran Berlanjut, Kapolsek Tallo dan Bontoala Hadiri Pertemuan dengan Warga

Dengan peningkatan status dari penyelidikan ke penyidikan tersebut, Iptu Ahmad mengatakan tim penyidik kemudian melakukan penyitaan dokumen yang diduga dilakukan pemalsuan. Penyitaan tersebut dimaksudkan untuk dilakukan diuji di labolatorium forensik (labfor).

"Untuk melengkapi syarat pemeriksaan di labfor harus pada saat proses penyidikan. Rencana kita akan sita dokumen yang diduga palsu untuk diperiksakan ke labfor," tambahnya.

 

Sebelumnya, dalam kasus dugaan pemalsuan tanda tangan Lurah Kaluku Bodoa, kepolisian menyebutkan terdapat sekitar empat dokumen yang diduga dipalsukan.

Baca Juga : Pengusaha Kue di Makassar Dijambret Pengendara Motor, Uang Puluhan Juta Raib

Empat dokumen tersebut masing-masing dokumen permohonan, dokumen peninjauan objek, dan permohonan pembatalan penerbitan SPPT.

Sponsored by MGID

"Ada empat dokumen yang diduga dipalsukan, semuanya itu ditandatangani oleh lurah dan itu tidak diakui oleh Lurah. Terlapor itu berinisial AS, dia pensiunan ASN," tuturnya.

Penulis : Syukur
#pemalsuan tanda tangan #Polsek Tallo