Senin, 29 November 2021 16:03

Wujudkan 10.000 Entrepreneur, Bupati Wajo: 1 Desa Ciptakan 4 Persen Wirausaha Baru

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Bupati Wajo, Amran Mahmud.
Bupati Wajo, Amran Mahmud.

"Kalau desa bisa menciptakan empat persen (dari jumlah penduduk) wirausaha baru, maka pasti desa itu akan maju dan daya saingnya akan tinggi. Kita mau daya saing kita lebih dibanding dengan daerah lain," papar Amran Mahmud.

RAKYATKU.COM, WAJO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo di bawah kendali Bupati dan Wakil Bupati, Amran Mahmud-Amran, mencanangkan program mencetak 10.000 entrepreneur hingga 2024 mendatang. Pemerintah desa (pemdes) diharapkan berperan aktif menyukseskan upaya ini.

Saat membuka sosialisasi peran Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam pembangunan desa di ruang pola Kantor Bupati Wajo, Senin (29/11/2021), Amran Mahmud menekankan agar BPD senantiasa berkolaborasi dengan pemerintah desa. Termasuk dalam menyukseskan program mencetak 10.000 entrepreneur.

"Saya harapkan BPD dan pemdes (pemerintah desa) berkontribusi dalam menciptakan 10.000 entrepreneur di desa masing-masing," harapnya.

Baca Juga : Amran Mahmud Satu-satunya Bupati di Sulsel Hadiri Penyerahan Hasil Kepatuhan Standar Pelayanan Publik 2021

Amran Mahmud meminta Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Wajo mengawal dan menyampaikan kepada seluruh kepala desa untuk mengupayakan mencetak minimal 10 entrepreneur sampai 2024. Tentunya berinovasi dengan melihat potensi desa masing-masing.

Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Wajo ini juga menekankan agar dalam mewujudkan program ini mesti melihat potensi desa yang bisa ditumbuhkembangkan.

 

"Kalau desa bisa menciptakan empat persen (dari jumlah penduduk) wirausaha baru, maka pasti desa itu akan maju dan daya saingnya akan tinggi. Kita mau daya saing kita lebih dibanding dengan daerah lain," papar Amran Mahmud.

Baca Juga : Direktur Alsintan Kementan Resmikan Pembangunan Lumbung Pangan Mandiri di Wajo

Pada kesempatan ini pula Amran Mahmud mengharapkan agar sampai 2024 tidak ada lagi wilayah di Bumi Lamaddukelleng yang tidak teraliri listrik.

Sponsored by MGID

"Kita ini sudah merdeka 70 tahun lebih, tapi masih ada warga kita yang belum punya listrik. Apalagi Wajo penghasil listrik terbesar di Sulawesi Selatan," tuturnya.

Wajo memang punya suplai listrik melimpah dan turut berkontribusi terhadap PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Dari gas alam Wajo bahkan menghasilkan 315 megawatt (MW) dan menghidupi listrik Sulawesi Selatan dan Barat.

Baca Juga : Makin Banyak Perguruan Tinggi Kerja Sama dengan Pemkab Wajo, Teranyar Universitas Terbuka

"Sumbangsih listrik kita masuk di PLN, tapi masih ada ribuan masyarakat kita yang belum tersentuh listrik," ucap Amran Mahmud.

Berdasarkan data dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Wajo, masih ada ribuan kepala keluarga (KK) yang belum menikmati listrik di Wajo.

"Saya harapkan desa untuk menyisihkan dana desa untuk bantuan listrik dan pemerintah kabupaten melalui Dinas Perkim juga akan membantu," ujar Amran Mahmud.

Penulis : Abd Rasyid. MS
#pemkab wajo #Amran Mahmud