Jumat, 26 November 2021 09:05

Puluhan Hektare Sawah dan Kebun Warga Kebanjiran Dampak Pembangunan Bendung Gilireng

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Aliansi mahasiswa dan masyarakat Desa Arajang mendatangi Kantor DPRD Wajo, Kamis (25/11/2021).
Aliansi mahasiswa dan masyarakat Desa Arajang mendatangi Kantor DPRD Wajo, Kamis (25/11/2021).

Banyak kerusakan yang diakibatkan luapan dari air Bendung Gilireng yang tidak ak kunjung surut hingga masyarakat tidak dapat mengelola lahannya.

RAKYATKU.COM, WAJO - Proyek pembangunan proyek Bendung Gilireng mengakibatkan puluhan hektare lahan sawah dan perkebunan warga di Desa Arajang, Kecamatan Gilireng, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, terendam banjir hingga gagal panen. Hal ini lantaran jaringan daerah irigasi (DI) yang belum terbangun.

Terkait hal itu, aliansi mahasiswa dan masyarakat Desa Arajang mendatangi Kantor DPRD Wajo untuk mencari solusi, Kamis (25/11/2021).

Satria Arianto, salah satu perwakilan aliansi mahasiswa, mengatakan bahwa puluhan hektare lahan sawah dan kebun masyarakat yang tergenang akibat dampak pembanguna proyek Bendung Gilireng. Lahan itu tergenang sejak Maret 2021 sampai saat ini.

Baca Juga : Viral, Video Oknum Kades Adu Mulut dengan Oknum KTU Puskesmas di Wajo, Ini Kronologinya

Banyak kerusakan yang diakibatkan luapan dari air Bendung Gilireng yang tidak ak kunjung surut hingga masyarakat tidak dapat mengelola lahannya.

"Kami melihat kondisi persawahan dan perkebunan warga ini yang tenggelam dampak dari aliran Bendungan Gilireng," ujar Satria.

 

Sementara, Ketua Aliansi Pemuda Cakkuridi Gilireng, Baso Sirajuddin, menyebutkan sudah dua kali waktu panen masyarakat tidak bisa melakukan aktivitas pertanian. Itu karena lahannya terendam air.

Baca Juga : RSUD Siwa Butuh Tambahan Dokter Ahli dan Fasilitas Tempat Tinggal

"Kami menduga ada kesalahan perencanaan. Lahan kami tidak direncanakan tenggelam, tapi tenggelam. Kami tidak bisa menunggu karena tidak diukur dan tidak ada ganti rugi karena memang tidak direncanakan," katanya.

Sponsored by MGID

Pihaknya pun mengancam akan menutup aktivitas di Bendungan Paselloreng apabila tidak ada solusi dari permasalahan warga ini.

Pihak Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWS-PJ) Sulawesi Selatan (Sulsel) yang diwakil PPK Pengadaan Tanah II, Samuel Tanggulungan, menjelaskan bahwa pembangunan daerah irigasi di Gilireng terkendala oleh refocusing anggaran akibat pandemi COVID-19.

Baca Juga : 47 Rumah di Wajo Rusak Diterjang Anging Puting Beliung

BBWS-PJ akan menyelesaikan seluruh jaringan irigasi DI Gilireng yang targetkan rampung pada 2025 mendatang.

"Pembangunan menyesuaikan dengan kondisi keuangan negara. Anggaran di-refocusing. Pelaksanaan pembangunannya 2025 selesai seluruh pembangunan jaringan daerah irigasi Gilireng," jelasnya.

Aspirasi masyarakat Desa Arajang ini akan ditindaklanjutinya dengan mengusulkan penambahan lahan untuk daerah irigasi. Tahun depan rencana akan diusulkan.

Baca Juga : Pasang Bendera Merah Putih di Depan Rumah, Pelajar Meninggal Tersengat Listrik

"Pengadaan tanahnya 11,63 hektare akan bertambah lokasinya. Tahun depan akan usulkan, untuk pengadaan tanahnya dibebaskan," sebutnya.

Ketua Komisi II DPRD Wajo, Sudirman Meru, pun merespons baik aspirasi dari masyarakat dan berharap segera ada solusi. "Agar pihak BBWS-PJ segera menindaklanjuti keluhan-keluhan masyarakat tersebut," ucapnya.

Sponsored by advertnative
 
Penulis : Abd Rasyid. MS
#wajo #Sawah Terencam #Bendung Gilireng