Senin, 22 November 2021 17:00

Rapat di Desa, Tamsil Linrung dan Muzayyin Arif Galang Dukungan Amandemen UUD 1945

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Rapat di Desa, Tamsil Linrung dan Muzayyin Arif Galang Dukungan Amandemen UUD 1945

Tamsil Linrung terus mendorong agar DPD diberi kewenangan yang lebih luas di MPR RI.

RAKYATKU.COM,MAROS -- Senator asal Sulsel, Tamsil Linrung menggelar rapat dengar pendapat dengan masyarakat terkait isu amandemen kelima UUD yang sedang bergulir di MPR RI.

Kegiatan itu dilakukan di aula kantor Desa Pajukkukang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Minggu (22/11/2021).

Dalam RDP tersebut, hadir Muzayyin Arif selaku wakil ketua DPRD Sulsel; Dian Utami Mas Bakar, ahli hukum tata negara Unhas; dan Rahmat Hidayat SE, anggota DPRD Maros.

Baca Juga : Bedah Buku di Hari Guru, Tamsil Linrung: Sudah Terlalu Lama Bangsa Ini Berdosa kepada Guru Honorer

Selaku ketua kelompok DPD, Tamsil Linrung menyampaikan pendapat masyarakat terkait yang menjadi rekomendasi MPR RI dalam masa bakti 2019-2024. Antara lain pokok-pokok haluan negara, penataan kewenangan MPR, penataan kewenangan DPD, dan sistem presidensial.

Kata Tamsil, dalam lembaran negara tinggi, DPR RI juga punya kekuatan dan fungsi yang sama dengan lembaga lain, tetapi kewenangan rendah menjadi kelemahan demokrasi.

 

"Saya tidak ingin (DPD) hanya ikut berdiskusi, ikut rapat, seperti LSM (lembaga swadaya masyarakat), tapi tidak memutuskan," tegas Tamsil.

Baca Juga : Amandemen UUD 1945, Tamsil Linrung: Momentum Kuatkan Kewenangan DPD RI

Mantan anggota DPR RI tiga periode mengungkapkan perlunya di DPR untuk mendorong penguatan DPD, mulai statusnya dibuat jelas. Perannya tidak perlu kewenangan semua seperti DPR. Tetapi kewenangan di UU terkait representasi penguatan daerah diberikan ke DPD.

Sponsored by MGID

Wakil Ketua DPRD Sulsel, Muzayyin Arif juga menegaskan di hadapan masyarakat bahwa fungsi dan peran DPD harus dimaksimalkan sebab perannya juga rill buat masyarakat.

"Secara prinsip, mendukung upaya amandemen UUD ini. Tentu dalam rangka perbaikan konsep bernegara, khususnya pada poin PPHN dan penguatan peran DPD, melalui penataan kewenangan DPD," ungkap Muzayyin.

Baca Juga : Galang Akademisi, Tamsil Linrung Gelar RDP Amandemen UUD 45 di Sulsel

Selain itu, wacana terkait tiga periode presiden, wakil ketua DPRD Sulsel mengupayakan terus mendorong pengawalan para anggota MPR agar tidak ada penumpang gelap yang memanfaatkan ruang amandemen ini, seperti wacana tiga periode atau menambah masa jabatan presiden sampai 2027.

"Ini tentu merusak tatanan dan nilai demokrasi secara subtansial," tambahnya.

Sponsored by advertnative
 
#Tamsil Linrung #muzayyin arif