Sabtu, 23 Oktober 2021 23:02

Lahan Perencanaan Outer Ring Road di Katimbang Ditimbun Pengembang

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Lahan Perencanaan Outer Ring Road di Katimbang Ditimbun Pengembang

Lurah heran karena ada oknum berani melakukan penimbunan tanpa adanya izin dari pemerintah setempat.

RAKYATKU.COM,MAKASSAR -- Isu mafia tanah di Kota Makassar kembali mencuat ke publik. Staf Khusus Menteri ATR/Kepala BPN Bidang Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan, Hary Sudwijanto mengungkapkan, sepertiga tanah di Kota Makassar dikuasai mafia.

Setelah pemberitaan tersebut, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto langsung melantik 15 Camat sebagai Pejabat Pembuat Akta Tanah Sementara (PPATS) untuk penyelamatan aset tanah negara.

Salah satu penyelamatan aset kini dilakukan dari wilayah utara Kota Makassar, di Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya.

Baca Juga : Sengketa Tanah, 1 Keluarga Ditembak Mati di Masjid Usai Salat Tarawih

Lurah Katimbang, Agusman Pammu merespons pembangunan salah satu lahan yang ditimbun dan diduga untuk pembangunan perumahan di Kelurahan Katimbang Jalan Laniang.

Ia mengatakan bahwa pembangunan perumahan tersebut belum memiliki izin dari kelurahan.

 

"Belum ada pengurusan berkas perizinan masuk di kantor juga," kata Agusman, Sabtu (23/10/2021).

Baca Juga : Sengketa Tanah, 1 Keluarga Ditembak Mati di Masjid Usai Salat Tarawih

Dirinya heran adanya oknum berani melakukan penimbunan tanpa adanya izin dari pemerintah setempat.

Sponsored by MGID

"Tapi termasuk berani yang kelola kalau belum jelas dasar kepemilikannya na sudah mulai bangun," akuinya.

Ia mengakui bahwa ada sejumlah oknum yang pernah menghubunginya untuk melakukan pengurusan perizinan pembangunan perumahan.

Baca Juga : Sengketa Tanah, 1 Keluarga Ditembak Mati di Masjid Usai Salat Tarawih

"Ada beberapa pernah hubungika yang mau uruskan ke kantor terkait pemilikan lahannya tapi tidak bisa saya proses karena dasar rincik yang dia pake bukan terdaftar di buku tanah kelurahan induk Paccerakkang," ujarnya.

Diketahui Kelurahan Katimbang merupakan daerah yang dulunya masuk dalam wilayah Paccerakkang Biringkanaya. Bahkan kabarnya lahan yang ditimbun oleh pengembang tersebut merupakan perencanaan Outer Ring Road alias jalan lingkar.

Dirinya mengaku ingin menegur oknum tersebut, namun dirinya mengaku tidak mempunyai dukumen sebagai pegangan. "Kita mau tegur dengan alasan perencanaan jalan, tidak ada dokumen kita pegang," ujarnya.

Baca Juga : Sengketa Tanah, 1 Keluarga Ditembak Mati di Masjid Usai Salat Tarawih

"Ini yang susahnya kami karena saya di tiga kelurahan berbatasan ini tidak ada juga data yang bisa dijadikan dasar untuk bertindak menegur. Jangan sampai salah," tambahnya.

Ia menyakini keberadaan data tersebut ada di dinas terkait.

"Mungkin di Dinas PU atau Tata Ruang yang ada data perencanaan peruntukannya di situ," tutupnya.

Baca Juga : Sengketa Tanah, 1 Keluarga Ditembak Mati di Masjid Usai Salat Tarawih

Dari pantauan media, lokasi pembangunan perumahan tersebut terlihat alat berat yang sedang beroperasi meratakan timbunan dan beberapa umbul-umbul yang sudah terpasang di pinggir jalan tempat penimbunan lahan oleh pengembang.

Sponsored by advertnative
 
Penulis : Usman Pala
#Sengketa Tanah