Rabu, 06 Oktober 2021 12:36

Foto Babak Belur Reynhard Sinaga "Predator Seksual Setan" Dirilis ke Publik

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Foto Reynhard Sinaga saat dia ditangkap dalam kondisi babak belur pada 2017 lalu. (Foto: GMP)
Foto Reynhard Sinaga saat dia ditangkap dalam kondisi babak belur pada 2017 lalu. (Foto: GMP)

Baru-baru ini, Kepolisian Manchester Raya merilis foto Reynhard Sinaga saat dia ditangkap dalam kondisi babak belur pada 2017 lalu. Reynhard ditangkap setelah seorang korbannya siuman saat diperkosa dan melakukan perlawanan.

RAKYATKU.COM - Seorang korban Reynhard Sinaga, warga Indonesia yang dinyatakan bersalah dalam kasus yang digambarkan sebagai kasus perkosaan terbesar di Inggris, memutuskan membuka identitas dan angkat bicara mengenai pengalaman buruk dan menakutkan saat mendapati bahwa dirinya telah diserang oleh predator seksual.

Tahun lalu, Reynhard divonis hukuman penjara seumur hidup setelah dinyatakan bersalah membius dan memperkosa 48 pria di apartemennya di Manchester, Inggris.

Baru-baru ini, Kepolisian Manchester Raya merilis foto Reynhard Sinaga saat dia ditangkap dalam kondisi babak belur pada 2017 lalu. Reynhard ditangkap setelah seorang korbannya siuman saat diperkosa dan melakukan perlawanan.

Baca Juga : Terungkap Kalimat Pertama Reynhard Sinaga saat Ditangkap: Saya Orang yang Mengerikan

Kepolisian meyakini korban mahasiswa doktoral ini mencapai lebih dari 200 pria.

Daniel, korban Reynhard yang pertama kali membuka identitasnya, mengaku dirinya "tidak ingat apa-apa" ketika siuman di apartemen Reynhard.

Baru ketika detektif dari Kepolisian Manchester Raya memperlihatkan foto-foto serangan Reynhard dua tahun lalu, dia menyadari dirinya telah diperkosa.

Baca Juga : Hakim Nilai Tak Layak Seumur Hidup, Reynhard Sinaga Divonis 40 Tahun Penjara

"Mengerikan melihat diri saya begitu rapuh dalam foto-foto yang diabadikan orang lain," ujarnya.

Sponsored by MGID

"Anda bisa melihat saya dalam keadaan koma … saya tampak [seperti] sudah meninggal."

Reynhard Sinaga dihukum penjara seumur hidup oleh Pengadilan Manchester, Inggris, pada Januari 2020 setelah dinyatakan bersalah dalam 159 kasus perkosaan dan serangan seksual terhadap 48 korban pria, selama rentang waktu 2,5 tahun dari 1 Januari 2015 sampai 2 Juni 2017.

Baca Juga : Hakim Nilai Tak Layak Seumur Hidup, Reynhard Sinaga Divonis 40 Tahun Penjara

Hakim Suzanne Goddard dalam putusannya pada Senin (6/1/2020) menggambarkan Reynhard sebagai "predator seksual setan" yang "tidak akan pernah aman untuk dibebaskan."

Dalam catatan pengadilan terungkap bahwa pria berusia 38 tahun itu "membuntuti" calon korban yang terpisah dari teman-temannya saat berhura-hura pada malam hari.

Reynhard kemudian menggiring calon korbannya ke apartemennya di Jalan Princess, Kota Manchester.

Baca Juga : Hakim Nilai Tak Layak Seumur Hidup, Reynhard Sinaga Divonis 40 Tahun Penjara

Pada Senin (4/10/2021) lalu, Kepolisian Manchester untuk pertama kalinya merilis foto Reynhard Sinaga saat ditangkap pada 2017.

Dalam foto itu, Reynhard tampak babak belur dengan lebam di kedua matanya. Beberapa lembar selotip medis menutup luka-luka di bagian alis mata.

Reynhard dipukuli oleh salah satu korbannya--seorang atlet--yang siuman dan melawan saat tengah diperkosa.

Baca Juga : Hakim Nilai Tak Layak Seumur Hidup, Reynhard Sinaga Divonis 40 Tahun Penjara

Polisi merilis foto ini untuk pertama kalinya jelang penayangan film dokumenter BBC berjudul Catching a Predator, yang mengisahkan investigasi polisi dalam usaha mereka menangkap Reynhard.

Berbicara kepada BBC Two dalam dokumenter bertajuk Catching a Predator, Daniel mengatakan dirinya memutuskan angkat bicara untuk membantu para korban Reynhard.

"Untuk bisa bicara sebagai pria bahwa saya telah diperkosa adalah hal yang sangat sulit," kata Daniel.

Baca Juga : Hakim Nilai Tak Layak Seumur Hidup, Reynhard Sinaga Divonis 40 Tahun Penjara

"Membuat saya begitu rapuh."

Awal Menjadi Korban
Daniel menjadi korban ketika dirinya sedang merayakan ulang tahunnya bersama teman-temannya pada 2015. Dia terpisah ketika mereka pergi menumpang taksi ke rumah masing-masing.

"Saya perlu ke toilet jadi saya pergi ke sebuah gang. Saya tidak ingat apa-apa setelah itu," paparnya.

Baca Juga : Hakim Nilai Tak Layak Seumur Hidup, Reynhard Sinaga Divonis 40 Tahun Penjara

Pagi harinya dia bangun di sofa berpakaian lengkap, merasa "pusing dan "tidak ingat apa-apa".

"Lalu saya melihat ada kaki orang sedang berjalan dan saya hanya mematung," ujar Daniel.

"Kemudian mereka meninggalkan ruangan. Saya langsung bangkit dan lari keluar."

Baca Juga : Hakim Nilai Tak Layak Seumur Hidup, Reynhard Sinaga Divonis 40 Tahun Penjara

Daniel mengaku tidak pernah mempertimbangkan untuk melapor ke polisi karena dia "meragukan diri sendiri", "merasa bodoh", dan "tidak tahu apa yang telah terjadi".

Belakangan, ketika seorang detektif sedang menyelidiki Reynhard Sinaga—melalui investigasi yang digelar pada Juni 2017—dan menemui Daniel, terungkaplah tentang apa yang sudah terjadi.

"Saya bisa melihat cara dia [sang detektif] menatap mata saya bahwa dia mengenali saya," ucap Daniel.

Baca Juga : Hakim Nilai Tak Layak Seumur Hidup, Reynhard Sinaga Divonis 40 Tahun Penjara

Menurut Daniel, sang detektif memperlihatkan foto-foto serangan seksual yang dilakukan Reynhard. "Tidak bisa dibantah, itu adalah saya. Anda bisa melihat tato saya."

"Ada sedikit rasa lega karena saya akhirnya tahu apa yang telah terjadi dan logikanya masuk, tapi mungkin bukan rasa lega yang saya inginkan," jelas Daniel.

Reynhard ditangkap setelah seorang korbannya siuman saat diperkosa dan melakukan perlawanan. Sang korban kemudian melapor ke polisi.

Baca Juga : Hakim Nilai Tak Layak Seumur Hidup, Reynhard Sinaga Divonis 40 Tahun Penjara

Saat polisi menyita ponsel Reynhard, mereka menemukan rekaman video-video pemerkosaan yang dia lakoni—jumlahnya mencapai ratusan jam tayangan. Kepolisian lantas menggelar penyelidikan pemerkosaan terbesar dalam sejarah Inggris.

Detektif Sersan Kimberley Hames-Evans mengatakan rekaman video pemerkosaan yang dibuat Reynhard "sungguh mengerikan".

"Ada begitu banyak video pria-pria muda dilecehkan secara seksual dan diperkosa," ujarnya.

Baca Juga : Hakim Nilai Tak Layak Seumur Hidup, Reynhard Sinaga Divonis 40 Tahun Penjara

"Kami menerima banyak laporan pemerkosaan tapi saya jarang melihatnya terjadi di depan mata."

Detektif Sersan Hames-Evans harus "menjelajah ke pelosok negeri, bahkan luar negeri" guna memberitahu orang-orang apa yang dilakukan Reynahrd kepada mereka.

"Tiba-tiba mereka terdiam dan saya [bisa] melihat wajah mereka langsung berubah. Wajah mereka seolah mengatakan 'Ya Tuhan'," paparnya.

Baca Juga : Hakim Nilai Tak Layak Seumur Hidup, Reynhard Sinaga Divonis 40 Tahun Penjara

"Dan saya tahu bahwa dengan memberikan informasi ini, saya telah merusak hidup seseorang dan saya bisa melihatnya."

Detektif Dorothy Orr mengatakan berbagai rekaman video yang dibuat Reynhard "mengejutkan" dan "mengerikan", khususnya karena korban "tidak berdaya".

"Tatkala seseorang memanfaatkan orang lain ketika mereka sakit secara fisik dan muntah-muntah, itu hal yang menjijikkan," kata dia.

Baca Juga : Hakim Nilai Tak Layak Seumur Hidup, Reynhard Sinaga Divonis 40 Tahun Penjara

Iain Simkin, penuntut utama dalam perkara Reynhard, menyebut pria itu "buas". Menurutnya, dalam salah satu video, Reynhard merekam adegan dirinya sedang memerkosa dua pria di apartemennya selama berjam-jam.

Iain menyebut kejadian itu "lebih buruk dari kisah horor Gothic".

Jaksa penuntut di pengadilan mengatakan dirinya berharap kasus ini meningkatkan pemahaman soal pemerkosaan terhadap laki-laki.

Baca Juga : Hakim Nilai Tak Layak Seumur Hidup, Reynhard Sinaga Divonis 40 Tahun Penjara

Dia menyebut kasus ini sebagai "contoh dari bagian terburuk perilaku manusia".

Daniel, korban Reynhard, mengaku dirinya ditawari pendampingan, "tapi yang paling membantu adalah berbicara kepada ayah saya".

"Kaum pria tidak berbincang soal pemerkosaan terhadap pria, tapi tanggapannya luar biasa," pungkasnya.

Baca Juga : Hakim Nilai Tak Layak Seumur Hidup, Reynhard Sinaga Divonis 40 Tahun Penjara

Sumber: BBC Indonesia

#Reynhard Sinaga