Rabu, 08 September 2021 18:02

Fakultas Agama Islam UMI Makassar Latih Mahasiswa Tahsin Qiraah dan Tilawah Al-Qur'an

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Para mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar wajib menyelesaikan tahsinul qiraah sebelum melaksanakan KKN maupun tugas akhir yakni penyelesaian skripsi.
Para mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar wajib menyelesaikan tahsinul qiraah sebelum melaksanakan KKN maupun tugas akhir yakni penyelesaian skripsi.

Wakil Dekan (WD) IV FAI UMI, Nuraeni Abdullah, mengungkapkan latar belakang dilakukannya kegiatan ini, sesuai dengan moto kampus sebagai lembaga pendidikan dan dakwah. Mahasiswa FAI harus menjadi pilar utama terkait dakwah.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, melaksanakan pelatihan tahsin qiraah dan tilawah Al-Qur'an bagi mahasiswa di Aula FAI UMI, Jalan Urip Sumoharjo Makassar, Rabu (8/9/2021).

Pelatihan tahsin dan tilawah Al-Qur'an ini rencananya akan dilaksanakan selama dua bulan ke depan mulai 8 September hingga 27 Oktober 2021 mendatang.

Wakil Dekan (WD) IV FAI UMI, Nuraeni Abdullah, mengungkapkan latar belakang dilakukannya kegiatan ini, sesuai dengan moto kampus sebagai lembaga pendidikan dan dakwah. Mahasiswa FAI harus menjadi pilar utama terkait dakwah.

Baca Juga : Gelar Kuliah Umum, Prodi Ilmu Komunikasi UMI Bahas Evolusi Komunikasi

Membaca Al-Qur'an merupakan kewajiban seorang muslim. Sebagai mahasiswa yang berasal dari FAI UMI dan menjadi alumni pun wajib mengembang amanah dakwah itu.

"Jadi sangat ironis kalau ada mahasisawa FAI yang ndak tahu baca Al-Qur'an," kata Nuraeni, sapaan akrab Nuraeni Abdullah.

 

Selain itu, kata dia, di kampus UMI juga mempunyai syarat untuk menyelesaikan proses kuliah. Mahasiswa wajib menyelesaikan tahsinul qiraah sebelum melaksanakan KKN maupun tugas akhir yakni penyelesaian skripsi.

Baca Juga : Perayaan Hari Kemerdekaan Tahun Ini Spesial bagi Universitas Muslim Indonesia

"Dari hasil evaluasi mahasiswa itu ternyata masih ada yang belum memenuhi dasar dasar ilmu tajwid. Nah, olehnya itu kegiatan ini dilaksanakan," ucapnya.

Sponsored by MGID

Ia juga mengungkapkan kegiatan ini sendiri sedianya akan mulai dilaksanakan pada 1 September. Namun, waktu itu peserta yang mendaftar masib sedikit karena kurang tersosialisasi dengan baik.

Olehnya itu, pihak fakultas mengambil inisiatif untuk menunda pelatihan ini sambil menyosialisasikan lebih luas kepada mahasiswa lingkup FAI UMI.

Baca Juga : Pemukulan Dosen UMI; Serahkan ke Komisi Etik, Gelar Sidang Internal

"Jadi, targetnya peserta taksinul bisa beretambah menjadi 45 orang dari penundaan itu. Tapi, subhanallah yang mendaftar selama tertunda seminggu ini di grup sebanyak 90 orang," tutur Nuareni.

"Semoga pelatihan ini bisa menghasilkan output sebagaimana yang kita harapkan," sambungnya.

Pelatihan di Tengah Pandemi
Mengingat situasi masih dalam situasi pandemi COVID-19, maka pelaksanakan tahsinul FAI UMI Makassar dilaksanakan secara terbatas sesuai dengan protokol kesehatan.

Baca Juga : Pemukulan Dosen UMI; Serahkan ke Komisi Etik, Gelar Sidang Internal

Nuareni menuturkan, ada Surat Edaran Kemendikbud bahwa sudah dibenarkan untuk luring secara terbatas. Jadi dasar itu pihak kampus melakukan secara luring. Dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan.

"Kalau biasanya imbauan pemerintah untuk taat protokol, maka kita menambahkan di sini secara islami," ucapnya.

Secara islami, lanjutnya, ada 5 J, yakni jangan lupa tingkatkan dan kuantitas ibadah, jangan lupa senantiasa berdoa, jaga kebersihan, jaga jarak terutama secara islami, dan jangan lupa pakai masker.

Baca Juga : Pemukulan Dosen UMI; Serahkan ke Komisi Etik, Gelar Sidang Internal

"Kemudian kita di fakultas agama ini, kita punya ruangan banyak, jadi peserta ini kita akan bagi-bagi per kelompok," tutur Nuraeni.

Sementara itu, kata dia, karena pelatihan ini tidak bisa efektif kalau daring, jadi harus luring harus tatap muka langsung karena banyak praktik.

"Termasuk penyebutan huruf, kaidah-kaidah dasar ilmu tajwid itu harus dilihat bagaimana gerak bibirnya, lidahnya," tutupnya.

Sponsored by advertnative
 
Penulis : Usman Pala
#UMI Makassar #FAI UMI Makassar