Rabu, 01 September 2021 21:02

Meneliti di Jepang, Inilah Perempuan Termuda yang Raih Gelar Doktor di Unhas dalam Usia 24 Tahun

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Meneliti di Jepang, Inilah Perempuan Termuda yang Raih Gelar Doktor di Unhas dalam Usia 24 Tahun

Ayu Masyita dan tiga rekannya memperoleh beasiswa untuk menuntut ilmu dan melakukan penelitian selama setahun di dua laboratorium berbeda di Kanazawa University.

RAKYATKU.COM -- Ayu Masyita mencatatkan dirinya dalam sejarah Unhas. Perempuan ini menjadi doktor termuda. Gelar akademik tertinggi itu diraih dalam usia 24 tahun.

Selain paling muda, Ayu juga menjadi lulusan tercepat. Dia menjalani masa studi hanya dua tahun 10 bulan.

Selain itu, dia juga menjadi wisudawan terbaik untuk kategori publikasi internasional. Alumni Prodi Ilmu Kedokteran itu menghasilkan 3 jurnal Scopus Q1, satu jurnal Scopus Q3, dan satu jurnal internasional non Scopus.

Baca Juga : Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Wali Kota Parepare Tanda Tangani MoU dengan Unhas

Yusnita Rifai, PhD, Apt selaku promotor dari Ayu Masyita menuturkan, pada pertengahan tahun 2019, Ayu telah berangkat ke Jepang untuk melakukan joint research atas kerja sama Kanazawa University dan Fakultas Farmasi Unhas.

“Ketika kembali ke Indonesia, Ayu melanjutkan menulis publikasi untuk mendiseminasikan hasil risetnya. Sebagai promotor, saya sangat bersyukur atas kemudahan yang diberikan Allah subhanahu wa ta'ala sehingga Ayu menerima gelar doktor di usia yang terbilang muda,” kata Yusnita.

 

Ayu adalah peserta program pertukaran pelajar dengan School of Pharmacy and School of Pharmaceutical Sciences, Kanazawa University.

Baca Juga : Bupati Sidrap Beri Kuliah Perdana Mahasiswa Vokasi Unhas

Ayu tidak sendiri. Tiga mahasiswa pascasarjana Fakultas Farmasi Unhas lainnya ikut dalam program ini yakni Ayun Dwi Astuti, Nur Rahma Rumata, dan Budiman Yasir.

Sponsored by MGID

Mereka memperoleh beasiswa untuk menuntut ilmu dan melakukan penelitian selama setahun di dua laboratorium berbeda di Kanazawa University.

Beasiswa yang diperoleh berasal dari Japan Student Services Organization (JASSO) yang dipergunakan untuk membiayai biaya hidup mahasiswa selama di sana. Sementara biaya tuition fee atau SPP digratiskan Kanazawa University.

Baca Juga : Satgas Covid-19 Unhas Fasilitasi Tes Swab PCR Gratis, Ini Nomor Kontak dan Link Pendaftarannya

Dalam program tersebut, keempat mahasiswa ditemani dua dosen pendamping yaitu Firzan Nainu, PhD, Apt dan Abdul Rahim, PhD, Apt.

8 Wisudawan PMDSU

Pada wisuda hari ini, Rabu (1/9/2021), Sekolah Pascasarja (SPs) Universitas Hasanuddin resmi melepas lulusan Program Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) bagi 8 Wisudawan PMDSU Batch-3.

Baca Juga : Pengakuan Dua Remaja yang Ikut Vaksinasi Covid-19 di Unhas

Kegiatan berlangsung pukul 13.30 wita secara luring terbatas di Aula Prof. Fachruddin, Sekolah Pascasarjana dan terhubung secara virtual melalui aplikasi zoom meeting.

PMDSU merupakan salah satu program beasiswa pendidikan yang ditawarkan Direktorat Jenderal Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Kemristekdikti melalui Direktorat Kualifikasi Sumber Daya Manusia Ditjen Dikti sejak tahun 2013.

Program ini diperuntukkan bagi mahasiswa S1 yang berprestasi untuk memperoleh gelar doktor dalam kurun waktu empat tahun dengan masa pendidikan di program S2 selama satu tahun dan S3 selama tiga tahun. Mereka dibimbing calon promotor yang andal dengan H Indeks Scopus minimal 4.

Dekan SPs Unhas Prof Dr Ir Jamaluddin Jompa, MSc, dalam sambutannya menyampaikan bahwa PMDSU Unhas kini telah berlangsung hingga Batch-6.

Baca Juga : Spidi dan Departemen Sastra Inggris Unhas Teken MoU Kerja Sama Tri Dharma Perguruan Tinggi

Acara pelepasan lulusan untuk Batch-3 hari ini adalah suatu prosesi baru yang dilakukan atas permintaan Ditjen Dikti untuk memberikan perhatian khusus bagi anak muda pilihan harapan bangsa yang direkrut dari suatu program percepatan doktor.

“Untuk PMDSU Batch-3 ini, Unhas mencatat rekor memiliki mahasiswa yang meraih gelar doktor dalam bidang ilmu kedokteran pada usia 24 tahun. Suatu kebanggaan yang luar biasa mampu menyelesaikan masa studinya pada usia sangat muda, berbasis riset dan publikasi internasional yang terindeks Scopus Q1,” jelas Prof Jamaluddin.

Universitas Hasanuddin telah mengikuti PMDSU dengan melibatkan 34 promotor dan 54 orang mahasiswa. PMDSU Unhas telah menghasilkan ilmuwan muda dengan gelar Doktor sebanyak 14 orang. Mahasiwa PMDSU wajib menghasilkan minimal dua artikel ilmiah pada jurnal internasional terindeks Scopus (Q1-Q4).

Baca Juga : Spidi dan Departemen Sastra Inggris Unhas Teken MoU Kerja Sama Tri Dharma Perguruan Tinggi

Lulusan PMDSU Batch 2 dan 3 telah menghasilkan artikel ilmiah sebanyak 39 artikel yang diterbitkan pada jurnal terindeks Scopus (Q1-Q4) dan 11 Artikel Prosiding Scopus atau Jurnal Nasional terindeks Shinta.

Rektor Unhas, Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA, menyerahkan piagam penghargaan kepada wisudawan PMDSU Batch-3. Beliau menyampaikan PMDSU menjadi program khusus untuk mempercepat SDM unggul yang menjadi penggerak utama pencapaian Indonesia Emas tahun 2045.

“Program ini bertujuan melahirkan SDM yang berperan dalam membangkitkan pengembangan teknologi dan inovasi. Para lulusan diharapkan menjadi penggerak percepatan Indonesia Emas yang saat ini terhitung masih kekurangan SDM dalam bidang riset. Anda adalah doktor unggul, Anda adalah pilihan terbaik untuk bangsa. Selamat berkarya dan buktikan keunggulan Anda,” jelas Prof Dwia.

Baca Juga : Spidi dan Departemen Sastra Inggris Unhas Teken MoU Kerja Sama Tri Dharma Perguruan Tinggi

Pada kesempatan yang sama, Dr Agus Mumang, SKM selaku perwakilan wisudawan menyampikan pesan dan kesannya. Dirinya menuturkan rasa bangganya telah menjadi bagian dari PMDSU Unhas, dirinya menyatakan bahwa pencapaian yang diraih saat ini bukan sesuatu yang mudah. Selama proses penyelesaian riset, mereka dipertemukan dengan promotor yang luar biasa mendorong dan memberikan arahan.

Untuk Wisuda periode September 2021 lulusan PMDSU berjumlah 8 orang dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) rata-rata 3,98 dan lama studi 2,94 tahun. Enam orang di antaranya lulus dengan predikat Cum Laude.

Berikut data lulusan program PMDSU Batch-3:

Baca Juga : Spidi dan Departemen Sastra Inggris Unhas Teken MoU Kerja Sama Tri Dharma Perguruan Tinggi

1. Dr. Nur Asmi, S.Si., Prodi Ilmu Kimia dengan lama studi 2 tahun 11 bulan (2 jurnal Scopus Q2, 1 jurnal Scopus Q3, 1 Prosiding Scopus Q3, 1 jurnal Copernicus), usia 28 tahun, IPK 4.00.

2. Dr. Munirah, S.Si., Prodi Ilmu Kedokteran dengan lama studi 3 tahun (1 jurnal di Q1 dan 1 jurnal di Q3), usia 26 tahun, IPK 4.00.

3. Dr. dr. Najdah Hidayah, S.Ked., Prodi Ilmu Kedokteran dengan lama studi 3 tahun (4 jurnal Scopus Q3, 2 jurnal Scopus Q4), usia 29 tahun, IPK 3.98.

Baca Juga : Spidi dan Departemen Sastra Inggris Unhas Teken MoU Kerja Sama Tri Dharma Perguruan Tinggi

4. Dr. Andi Agus Mumang, S.KM., Prodi Ilmu Kedokteran dengan lama studi 2 tahun 11 bulan (1 artikel Scopus Q1 dan 1 artikel Scopus Q2), usia 27 tahun, IPK 3.98.

5. Dr. Arini Ratnasari., S.KM., Prodi Ilmu Kedokteran dengan lama studi 2 tahun 10 bulan (4 jurnal terindeks Scopus Q3, 2 jurnal terindeks prosiding Q3, 2 jurnal terindeks Sinta 5), usia 27 tahun, IPK 4.00.

6. Dr. Ayu Masyita, S.Si., Prodi Ilmu Kedokteran dengan lama studi 2 tahun 10 bulan (3 jurnal Scopus Q1, dan 1 jurnal Q3 Scopus dan 1 jurnal Internasional non-Scopus), usia 24 tahun, IPK 3.96.

Baca Juga : Spidi dan Departemen Sastra Inggris Unhas Teken MoU Kerja Sama Tri Dharma Perguruan Tinggi

7.Dr. Ega Adhi Wicaksono, S.Pi., Prodi Ilmu Perikanan dengan lama studi 3 tahun (1 jurnal Scopus Q1, 2 jurnal Scopus Q3, 3 prosiding Scopus), usia 28 tahun, IPK 4.00.

8. Dr. Andi Muhammad Yasser Hakim, ST., Prodi Ilmu Pertanian dengan lama studi 2 tahun 11 bulan (1 jurnal Scopus Q1, 2 jurnal Scopus Q3, 2 Prosiding Scopus), usia 27 tahun, IPK 3.92.

Sponsored by advertnative
 
#Universitas Hasanuddin