Kamis, 26 Agustus 2021 16:32

Sempat Ditolak untuk Vaksin Ketiga, Pihak Keluarga Beberkan Detik-Detik Terakhir Meninggalnya Dokter di Bulukumba

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
dr. Andi Yuswardani semasa hidup.
dr. Andi Yuswardani semasa hidup.

"Ada faktor lain yang memperberat efek samping pascavaksin yang harusnya beristirahat beberapa hari, tapi almarhumah tetap memaksa untuk bekerja seperti biasa."

RAKYATKU.COM, BULUKUMBA - Pihak keluarga dr. Andi Yuswardani, dokter yang meninggal dunia, usai vaksinasi dosis ketiga pada Sabtu (21/8/2021) akhirnya angkat bicara.

Dokter spesialis jiwa di RSUD Andi Sulthan Dg. Radja Bulukumba, yang meninggal usai vaksin Moderna, tengah ramai diperbicangkan di media sosial. Meski belum bisa dipastikan, ada efek vaksin yang membuat dokter kelahiran 1 Juni 1974 itu meninggal.

Andi Suswani, adik kandung almarhumah menyampaikan klarifikasi atas informasi yang beredar luas itu. Ia mengakui bahwa Dokter Yus, sapaan Andi Yuswardani, meninggal pasca menerima vaksin hari ketiga. Hanya, kata dia, informasi yang beredar tidak lengkap.

Baca Juga : Dokter di Bulukumba Meninggal Dunia Usai Disuntik Vaksin Moderna

"Ada faktor lain yang memperberat efek samping pascavaksin yang harusnya beristirahat beberapa hari, tapi almarhumah tetap memaksa untuk bekerja seperti biasa," ucap Andi Suswani kepada Rakyatku, Kamis (26/8/2021).

Informasi bahwa Dokter Yus sedang mencuci dalam keadaan kurang sehat juga dibenarkan pihak keluarga. Pada Senin (16/8/2021), almarhumah sempat meminta izin untuk tidak masuk kerja di rumah sakit karena kurang sehat.

 

Lalu, pada Kamis (19/8/2021), kodisi tubuh Dokter Yus tidak fit. Ia menyempatkan diri masuk kerja, tetapi pulang lebih awal.

Baca Juga : Dokter Jatuh dari Teras Rumah Sakit Usai Bicara Lewat Telepon tentang Mobil Rusak yang Hendak Diperbaiki

"Jumat (20/8/2021) setelah periksa pasien almarhumah menuju ruang vaksin lantai tiga RS Bulukumba. Saat screening tensi awal 187 mmHg, almarhumah istirahat sejenak dan di tensi kembali 176 mmHg. Almarhumah memutuskan tetap vaksin meskipun sudah dianjurkan oleh petugas untuk menunda dulu. Setelah observasi pascavaksin 15 menit, almarhumah pulang dengan kondisi yang sehat," beber Andi Suswani.

Sponsored by MGID

Andi Suswani membeberkan, Dokter Yus sempat menemui saudaranya bahwa dia telah menjalani vaksinasi ketiga. Pada Sabtu pagi (21/8/2021), Dokter Yus tetap ke rumah sakit melayani 40 pasien pada hari itu.

"Pada malam harinya, sempat menyampaikan di grup saudara, jika dirinya tidak demam, tapi perasaannya tidak enak. Tapi, pesan almarhumah untuk kami saudaranya di Sabtu malam itu sangat banyak," beber Andi Suswani.

Baca Juga : 114 Dokter Meninggal di Juli 2021, Tertinggi Sepanjang Pandemi

Pada Minggu pagi (22/8/2021), saat ditanya kondisinya oleh saudaranya, Dokter Yus mengaku baik-baik saja. Sekitar pukul 07.00 Wita, dia bahkan masih sempat mengobrol dengan ayahnya, kemudian melanjutkan aktivitas mencuci baju sambil mengobrol dengan ibunya.

"Di situlah almarhumah pingsan dan mengembuskan napas terakhir di kamar almarhumah," ungkap Andi Suswani.

Andi Suswani mengakui bahwa Dokter Yus memiliki riwayat penyaki komorbid. "Sejak dulu tensi selalu diatas 140 mmHg. Kurang lebih seperti itu kejadiannya. Seperti inilah jalan terbaik Allah panggil hamba-Nya," ucap Andi Suswani.

Sponsored by advertnative
 
Penulis : Rahmatullah
#dokter meninggal #RSUD Sulthan Dg Radja Bulukumba