Senin, 02 Agustus 2021 15:26

Darah Muda Bisa Perlambat Penuaan?

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Dari percobaan dengan tikus, peneliti Universitas Stanford menemukan bahwa sel otak tikus tua kembali tumbuh jika diberikan darah tikus muda.

RAKYATKU.COM - Peneliti Tony Wyss-Coray yang bekerja pada Universitas Stanford meneliti proses penuaan. Wyss-Coray dan timnya kini mencari sebuah materi yang bisa menahan proses penuaan atau membalikkannya. Ibaratnya mencari obat awet muda.

Satu hal yang dinilai bisa jadi pembawa harapan untuk awet muda adalah plasma darah. Pakar terapi neurobiologi Karoly Nikolich menjelaskan, ia dan timnya, meneliti sekitar 2.000 protein dalam plasma darah.

"Dan kami melihat, sejalan dengan penuaan, banyak protein berubah," katanya.

Di antara protein yang mereka teliti, banyak yang buruk, yang makin banyak di usia tua. Juga banyak protein baik, yang jumlahnya dalam tubuh makin berkurang di usia tua.

Pada sejumlah tikus mereka meneliti, bagaimana dampak protein plasma darah bagi proses penuaan. Sejumlah tikus yang mereka teliti sudah seperti tikus tua, walaupun baru berusia 10 bulan. Mereka bukan hanya tua dari segi fisik saja, melainkan juga mental. Ingatan mereka sudah menurun.

 

Ini bisa dilihat, jika tikus harus menemukan lagi lubang di labirin, di mana mereka bisa masuk. Peneliti menguji, bagaimana reaksi tikus tua dan muda. Tikus muda menemukan lubang dalam 20 detik. Sementara tikus tua, perlu hampir empat kali lebih lama!

Kemudian peneliti memberikan plasma darah dari tikus muda kepada tikus tua. Hasilnya menakjubkan, kemampuan mengingat pada tikus-tikus tua makin baik. Merea bisa menemukan lubang sama cepatnya seperti hewan muda.

Sponsored by MGID

Di daam otak tikus-tikus itu, efek pemudaan juga bisa dilihat nyata. Yaitu dalam jumlah sel otak baru yang terbentuk.

Apakah sesuatu yang bisa mengembalikan kemudaan bagi tikus juga bisa berfungsi bagi manusia? Dalam sebuah tes pilot, 18 pasien berusia lanjut yang menderita Alzheimer stadium awal mendapat plasma darah dari orang yang masih muda, yaitu sekali sepekan. Setelah itu peneliti menguji, apakah kemampuan ingatan pasien penderita Alzheimer menjadi lebih baik.

Tony Wyss-Coray mengungkap, yang penting bagi pasien adalah aktivitas seperti: bagaimana menutup kancing kemeja, atau menggosok gigi. Dalam bahasa Inggris disebutnya “daily activities of living.”

Wyss-Coray menjelaskan, "Kami mengukur itu, dan mencatat adanya efek signifikan. Yaitu pasien yang mendapat plasma darah dari orang muda menunjukkan perbaikan walupun masih sedikit."

Mereka bisa menunjukkan, perubahan yang terjadi sejalan dengan proses penuaan, bisa dikurangi lewat pemberian plasma darah orang muda. "Jadi benar-benar, seperti membatalkan penuaan sampai tingkat tertentu." Demikian disimpulkan Wyss-Coray.

Para peneliti sekarang berharap bisa menunjukkan hal itu dalam studi yang cakupannya lebih luas. Mereka sudah menjalankan tes untuk penyakit berikutnya, yaitu Parkinson.

Sumber: DW Indonesia

Sponsored by advertnative
 
#Darah #penuaan