Minggu, 01 Agustus 2021 21:01

Dalam 60 Hari, 86 Persen Spesimen yang Dilakukan Sequencing adalah Varian Delta

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Dalam 60 Hari, 86 Persen Spesimen yang Dilakukan Sequencing adalah Varian Delta

Sejak awal tahun hingga 28 Juli lalu, Indonesia telah melaporkan 3.651 hasil pengurutan genom ke dalam database global.

RAKYATKU.COM -- Virus corona Varian Delta terbukti paling cepat menyebar. Fakta menunjukkan, dalam 60 hari terakhir, varian ini mendominasi spesimen yang dilakukan sequencing.

"Berasal dari 24 provinsi, sehingga dapat dikatakan persebaran ini hampir merata di seluruh Indonesia," kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tarmizi seperti dikutip dari Antara, Minggu (1/8/2021).

Jejaring laboratorium genomic sequencing atau metode pengurutan genom untuk memetakan mutasi virus di bawah komando Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) terus berupaya menelusuri pola persebaran varian virus Covid-19 di Indonesia.

Baca Juga : Peneliti Siprus Temukan Varian Baru COVID-19, Ahli WHO: Deltacron Tidak Nyata

Sejak awal tahun hingga 28 Juli lalu, Indonesia telah melaporkan 3.651 hasil pengurutan genom ke dalam database global. Tercatat di dalamnya, tiga dari empat varian virus corona yang harus diwaspadai, yaitu varian Alfa, Beta dan Delta.

Untuk menekan penyebaran Covid-19, Nadia menyatakan bahwa pemerintah akan melakukan penguatan testing dan tracing terutama di pemukiman padat penduduk.

 

Dia juga berkata bahwa pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan volume testing dari sekitar 300 ribu menjadi 500 ribu testing per hari.

Baca Juga : Infeksi Varian Omicron Tingkatkan Kekebalan Empat Kali Lipat atas Delta

"Kami juga lakukan percepatan vaksin untuk menaikkan imunitas tubuh. Vaksinasi juga mengurangi risiko tertular, menderita sakit berat, bahkan risiko kematian dari pasien terjangkit Covid-19," ujarnya.

#Varian Delta