Jumat, 30 Juli 2021 11:11

Dubai Pakai Drone Laser untuk Turunkan Hujan, Ada Kekhawatiran Sebabkan Banjir Besar

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Dubai akan menggunakan pesawat tanpa awak atau drone yang memiliki penembak sinar laser untuk menghasilkan curah hujan. (Foto: Karim Sahib/AFP)
Dubai akan menggunakan pesawat tanpa awak atau drone yang memiliki penembak sinar laser untuk menghasilkan curah hujan. (Foto: Karim Sahib/AFP)

Teknologi ini dikritik karena dikhawatirkan dapat menyebabkan banjir besar secara tidak sengaja. Selain itu, ada kekhawatiran teknologi tersebut akan diprivatisasi oleh pihak tertentu.

RAKYATKU.COM - Pusat Meteorologi Nasional Dubai menemukan cara baru untuk menurunkan hujan. Mereka akan menggunakan pesawat tanpa awak atau drone yang memiliki penembak sinar laser untuk menghasilkan curah hujan.

Cara kerjanya, drone akan menembakkan laser ke awan dan mengisinya dengan muatan listrik. Muatan itu akan mendorong presipitasi dengan memunculkan tetesan air untuk menciptakan tetesan hujan lebih besar.

BBC pada Maret lalu melaporkan yang dikutip pada Jumat (30/7/2021), Uni Emirat Arab (UEA) ingin menguji teknologi drone. Teknologi itu dikembangkannya dan bekerja sama dengan University of Reading di Inggris.

Baca Juga : Pria Korea Ini Pinjamkan Duit Rp3,5 Juta kepada Turis Dubai, Malah Dikembalikan Rp9,5 Miliar

Hujan buatan ini akan sangat penting karena Dubai tidak mendapat banyak curah hujan tiap tahunnya. Hal itu membuat pertanian di daerah itu menjadi sulit dan memaksa negara mengimpor lebih dari 80 persen untuk makanan.

Hal ini juga akan sangat membantu karena negara tersebut memiliki suhu yang sangat tinggi. Pada 6 Juni misalnya, Dubai mencatat setinggi 125 derajat Fahrenheit.

 

Menurut sebuah laporan oleh Forbes, UEA telah berinvestasi dalam sembilan proyek peningkatan hujan selama beberapa tahun terakhir. Dengan total biaya sekira USD15 juta.

Baca Juga : Ditetapkan Jadi Tersangka Jual Beli Pulau di Selayar, Asdianti: Saya Lagi di Dubai

Akan tetapi, teknologi drone ini dikritik karena dikhawatirkan dapat menyebabkan banjir besar secara tidak sengaja. Selain itu, ada kekhawatiran teknologi tersebut akan diprivatisasi oleh pihak tertentu.

Sponsored by advertnative
 
#Dubai #hujan buatan