Jumat, 23 Juli 2021 17:45

Perusahaan Bayar Biaya Vaksin Rp325 Ribu Per Orang, Ternyata Disuntik Air Tim Medis Palsu

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
ILUSTRASI
ILUSTRASI

Tim medis palsu menagih penerima vaksin antara Rp325 ribu hingga Rp2 juta.

RAKYATKU.COM -- Pandemi benar-benar dimanfaatkan sejumlah oknum sebagai bisnis. Termasuk tim medis palsu.

Mereka memanfaatkan meningkatnya kasus Covid-19 oleh masuknya varian Delta. Perusahaan berusaha agar seluruh karyawan segera mendapatkan vaksin.

Di Uganda, perusahaan rela mengeluarkan biaya untuk vaksinasi terhadap karyawan. Kesempatan itu dimanfaatkan penipu.

Baca Juga : Gawat! WHO Temukan Vaksin AstraZeneca Palsu, Sudah Masuk Indonesia?

Dikutip dari Bloomberg, petugas medis yang muncul adalah penipu yang memberikan air kepada penerima.

Vaksin Covid-19 palsu dikatakan akan diberikan selama Mei dan Juni ketika majikan bergegas untuk menyuntik pekerja mereka selama lonjakan infeksi yang disebabkan oleh varian Delta.

 

Para penipu yang diduga menargetkan orang-orang yang bersedia membayar untuk imunisasi, termasuk karyawan perusahaan, terutama pada saat vaksin kekurangan pasokan.

Baca Juga : Vaksin COVID-19 Palsu Mulai Beredar, Berisi Obat Perawatan Anti-kerutan

Dilaporkan bahwa para penipu menagih penerima antara 80.000 hingga 500.000 shilling Uganda atau sekitar Rp325 ribu hingga Rp2 juta untuk setiap suntikan palsu.

Sponsored by MGID

"Beberapa individu yang tidak bermoral dengan niat menghasilkan uang, menipu anggota masyarakat untuk melakukan latihan vaksin Covid-19 palsu,” kata Dr Warren Naamara, direktur unit pemantauan layanan kesehatan di bawah kepresidenan Uganda.

"Kami telah menangkap dua pekerja medis dalam penipuan, dan satu dokter medis dalam pelarian," lanjutnya.

Baca Juga : Tiongkok Tangkap Jaringan Produsen Vaksin Palsu, Isinya Hanya Larutan Garam

ABC News melaporkan, mereka yang diduga menerima vaksin palsu tidak panik karena air yang disuntikkan tidak mengandung sesuatu yang berbahaya.

Sampai saat ini, Kementerian Kesehatan melaporkan bahwa hanya 1,4 juta orang yang telah divaksinasi dari 44 juta penduduk.

#Vaksin Palsu