Kamis, 15 Juli 2021 14:46
Editor : Alief Sappewali

RAKYATKU.COM - Perempuan yang jadi korban penganiayaan oknum Satpol PP saat patroli PPKM kabarnya tidak sedang hamil.

Diduga suaminya melontarkan pernyataan "hamil" saat kejadian untuk menghindari penganiayaan. Namun, tetap ditonjok Sekretaris Satpol PP Gowa, Mardhani Hamdan, Rabu malam (14/7/2021).

 

"Kita dapatkan informasi bahwa katanya negatif hamil tapi itu belum dibuktikan secara medis. Baru informasi dari teman," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Gowa, Alimuddin Tiro, Kamis (15/7/2021).

Dengan adanya informasi tersebut, pihaknya akan memastikan informasi tersebut. Pasalnya, informasi yang beredar menyebutkan bahwa perempuan yang diduga sebagai korban pemukulan sementara hamil.

Baca Juga : Gowa Dapat Jatah 73.979 Paket Beras untuk Masyarakat Terdampak PPKM

"Belum ada keterangan dokter. Baru info dari teman di grup. Ini yang kami akan telusuri apakah positif hamil atau negatif. Ini kan kan baru tadi malam kejadiannya dan tadi baru kami terima informasinya bahwa itu tidak hamil. Itu yang ingin kami cari buktinya," tambahnya.

 

Selain itu, Alimuddin juga mengatakan terduga korban telah menolak untuk dilakukan pemeriksaan kehamilan. "Bahkan mau periksa tapi ditolak oleh si korban," sebutnya.

Hal senada disampaikan Kadis Kominfo Gowa, Arifuddin Saeni. Hanya saja informasi tersebut disebutkan masih akan didalami untuk mencari tahu kebenaran apakah yang bersangkutan hamil atau tidak.

Baca Juga : Kafe Milik Pasutri yang Ditampar Satpol PP Gowa Ternyata Tak Punya Izin

"Itu cerita berkembang, masih mau didalami. Kita pun tidak bisa membuka medisnya. Itu kewenangannya dokter," sebut Arifuddin.

Penulis : Syukur