Rabu, 14 Juli 2021 21:09
Editor : Alief Sappewali

RAKYATKU.COM -- Masjid Al-Muhajirin hadir dengan wajah baru. Masjid karya Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-111 Kolaka Timur itu siap digunakan pada Iduladha 1442 Hijriah.

 

Masjid Al-Muhajirin dapat menampung 500 jemaah. Dibangun di Desa Aere, Kecamatan Aere Kolaka Timur. Kini jadi salah satu kebanggaan warga Muslim setempat karena terlihat megah dengan balutan warna hijau telur asin dan warna merah.

Komandan Satuan Setingkat Kompi (Dan SSK) Letda Chb Muchlis sebagai penanggung jawab pembangunan dan renovasi Masjid Al-Muhajirin tak hentinya mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah sama-sama berjuang dan bekerja menyelesaikan proses pembanguan dan renovasi masjid hingga selesai pada Selasa (13/7/2021).

Baca Juga : Bupati Kolaka Timur Resmikan Tiga Proyek Karya TMMD Ke-111 yang Jadi Kebanggaan Warga

"Kita senantiasa bersyukur karena pengerjaan yang kita kerjakan ini sudah mencapai target dan sesuai jadwal. Kami juga sangat berterima kasih kepada masyarakat karena selama pengerjaan pembangunan kami di sini, mulai dari awal hingga akhir dapat bekerja sama dengan baik. Bapak-bapak dan ibu-ibu di sini menganggap kami bukan sebagai orang lain lagi tetapi sebagai keluarga," ungkap Muchlis.

 

"Kami juga melihat antusias warga, mulai dari anak-anak, kaum disabel, bapak-bapak, ibu-ibu, bahkan ada warga yang bekerja di luar negeri jadi TKI pulang hanya untuk membantu, membuat tim satgas bersemangat," tambahnya.

Muchlis mengharapkan setelah kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 111 di Kecamatan Aere selesai, silaturahmi warga dan TNI tetap terjalin.

Baca Juga : Gereja Weare Jadi Fasilitas Fisik Terakhir yang Dirampungkan TMMD Koltim

"Ke depannya kami harapkan kepada masyarakat bahwa kegiatan TMMD ini menjadi ajang silaturahmi
kami dan masyarakat sehingga ke depannya lebih kuat dan kokoh lagi hubungannya," katanya.

"Mari bersama-sama kita menjaga fasilitas yang telah dibangun. Setiap warga harus mempunyai kepedulian untuk memelihara sehingga tetap terjaga kebersihannya karena ini aset masyarakat di desa ini," tutupnya.

 

Penulis : Lisa Emilda