Kamis, 17 Juni 2021 09:14
Bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar
Editor : Fathul Khair Akmal

RAKYATKU.COM - Polri bergerak cepat menangkap teroris" href="https://rakyatku.com/tag/teroris">teroris di Indonesia. Hasilnya, dalam lima bulan sejak Januari hingga Mei, sudah 217 teroris yang diamankan.

 

"Selama Januari sampai dengan Mei, kita telah amankan 217 tersangka, 209 dalam proses penyidikan, dan 8 tersangka dilakukan tindakan tegas terukur," kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dalam rapat Komisi III, di kompleks gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/6/2021).

Dari pemaparan Sigit, 108 teroris diantaranya punya hubungan dengan palu bom bunuh diri" href="https://rakyatku.com/tag/bom-bunuh-diri">bom bunuh diri di Gereja Katedral, Makassar.

Baca Juga : Bom Bunuh Diri di Pertemuan Partai Islam Pakistan, 44 Orang Tewas-Lebih dari 100 Luka-Luka

"Kemudian terkait tindak pidana teroris, beberapa waktu yang lalu, telah terjadi pengeboman bunuh diri di Gereja Katedral (Makassar), dari peristiwa tersebut bergerak cepat melakukan penegakan hukum terhadap 108 tersangka yang kami amankan di 8 provinsi yang kemudian terafiliasi dengan kelompok tersebut," kata tambahnya.

 

Selain diberikan tindakan hukum, Kapolri Sigit mengatakan Polri telah melakukan 'soft approach' atau pendekatan lembut. Pihaknya mengatakan telah bekerja sama dengan ormas keagamaan mulai dari tingkat pusat hingga daerah.

"Dalam menanggulangi tindakan pidana, tentunya selain tindakan hukum secara keras, kami juga mengendapkan langkah-langkah soft approach untuk menangkap pemahaman tentang bahaya intoleransi dan radikalisme yang telah masuk ke semua lini, termasuk juga ke dunia pendidikan. Pengarusutamaan moderasi beragama harus dikedepankan dengan membangun kerja sama dengan seluruh ormas-ormas di seluruh Indonesia khususnya ormas-ormas keagamaan dan bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan penguatan," ujar Sigit.

Baca Juga : Ketum PSSI dan Kapolri Komitmen Berantas Mafia Bola

Terhadap para napi teroris atau napiter, dilakukan edukasi kembali soal melalui sejumlah program. Diharapkan, kata Kapolri, cara pandangan para napiter ini berubah.

"Oleh karena itu, beberapa waktu yang lalu, kami melaksanakan kunjungan ke beberapa organisasi keagamaan yang pada saat kami melaksanakan kunjungan, itu pun kami laksanakan juga kegiatan virtual meeting yang diikuti oleh para Kapolda, sehingga pada saat bertemu dengan para pengurus pusat, maka para Kapolda bertemu dengan pengurus di tingkat daerah, dan para Kapolres bertemu dengan para pengurus di tingkat cabang," sambungnya.