Rabu, 16 Juni 2021 09:01
Editor : Fathul Khair Akmal

RAKYATKU.COM - Beberapa waktu yang lalu di provinsi Agri Timur, turki" href="https://rakyatku.com/tag/turki">Turki mengklaim menemukan tambang emas" href="https://rakyatku.com/tag/emas">emas yang melimpah. Diperkirakan ada sekitar 20 ton kandungan emas yang ada di sana, atau setara dengan Rp1,700 trilun.

 

Ini bukan kali pertama, pada akhir tahun 2020 yang lalu, negara ini justru menemukan potensi tambang emas yang lebih banyak yaitu sekitar 99 ton. Adanya penemuan SDA emas ini diperkirakan dapat meringankan beban negara sebesar USD2,4 miliar per tahunnya.

Adanya temuan dari tambang emas ini tentunya berdampak besar pada perekonomian Turki. Namun salah satu yang paling terlihat adalah naiknya saham perusahaan yang berhubungan dengan penemuan tambang emas ini.

Baca Juga : Servis di Bengkel Resmi Kalla Toyota Menangkan Hadiah Emas

Perusahaan Gubretas yang notabennya berfokus mengolah pupuk, nilai sahamnya naik 10 persen setelah menemukan tambang emas di lahannya, dikutip dari boombastis.com.

 

Hal ini jadi bukti meskipun tak terjun langsung dalam pengolahannya, namun terkena imbas positifnya yang luar biasa. Memang, semua itu tidak terlepas dari fokus Turki saat ini dalam mengembangkan SDA dalam penambangan emas. Hal itu dibuktikan dengan rekor Turki yang berhasil mengolah 38 ton emas sejak tahun lalu.

Adanya penemuan-penemuan ini mulai membuat dunia jadi memandang Turki ternyata punya potensi emas yang bagus dan melimpah.

Baca Juga : Korban Tewas Gempa Turki-Suriah Capai 28.000 Orang

Sebelumnya, Turki tak pernah dianggap karena memang komoditi emas tidak terlalu digarap. Dilansir dari laman Turkinesia, pada tahun 2000-an hampir tak ada produksi emas di negara itu.

Bukan karena tak ada kadungan emas, namun tak mampunyai teknologi dan kurangnya visi dalam mengolahnya. Padahal negara ini berada dalam urutan ke-12 masalah cadangan emasnya di dunia.

Baru akhir-akhir ini teknologi yang sudah maju dan melihat potensi, yang ada membuat Turki bisa lebih baik dalam memanfaatkan komiditi emasnya. Target Turki adalah produksi emas 100 ton per tahun.

Baca Juga : Kesaksian Korban Selamat Gempa Turki-Suriah: "Kami Pikir itu Kiamat"

Sebelum SDA berupa emas Turki ini mulai diperhitungkan dunia, sebelumnya gas alam ramai dibicarakan. Dilansir dari laman Republika, negara ini punya deposit gas alam sebesar 540 miliar meter kubik. Kebanyakan gas alam tersebut ditemukan di areal laut hitam dan sedang dipersiapkan produksinya.

Rencananya, pemerintah Turki baru akan memulai produksi pada tahun 2023 karena saat ini, baik alat dan tenaga yang masih belum siap. Adanya cadangan gas alam ini diharap meningkat pendapatan negara dan mengurangi biaya impor 50 miliar meter kubik gas dari luar negeri.