Selasa, 15 Juni 2021 15:19

Bupati Bantaeng Libatkan Anak Muda Perangi Narkoba

Redaksi
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ilham Azikin
Ilham Azikin

Bupati Bantaeng, Ilham Syah Azikin terus berkomitmen untuk memerangi narkoba dengan melibatkan forum pemuda.

MAKASSAR - Bupati Bantaeng, Ilham Syah Azikin terus berkomitmen untuk memerangi narkoba dengan bekerja sama dengan Polres Bantaeng dan pihak terkait untuk menghalau peredaran narkoba.

Hal itu disampaikan saat tampil sebagai narasumber dalam talkshow di Radio Celebes FM, Makassar yang disiarkan secara live, Selasa (15/6). Talk show ini mengusung tema "Perang Melawan Narkoba di Era Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Bersih Narkoba (Bersinar).

"Narkoba tidak mengenal situasi dan kondisi. Mau itu pandemi mau itu normal," kata dia.

Baca Juga : Bupati Bantaeng Ajak Perempuan Jadi Motor Penggerak

Bahkan, saat ini kata Ilham Syah Azikin, peredaran narkoba menyasar kalangan bawah. Jika dibandingkan dengan satu sampai dua dekade yang lalu pengguna narkoba adalah kalangan elit. Namun saat ini narkoba telah beredar di lapisan masyarakat menengah ke bawah. 

"Pemberantasan narkoba adalah tugas seluruh lapisan masyarakat. Kami juga memanfaatkan media massa, media sosial, forum anak di Bantaeng agar edukasinya sampai ke masyarakat," jelasnya.

 

Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan (Sulsel), Brigjen Pol Drs Ghiri Prawijaya, M.Th yang juga hadir sebagai narasumber mengungkapkan, saat ini sebanyak 3,5 persen masyarakat Indonesia terpapar Narkoba. Kata dia, narkoba akan tetap ada jika harga tetap ada.

Baca Juga : Ketua TP PKK Bantaeng Ajak Cegah Stunting di Kampung KB

"Untuk itu kami menghancurkan harga itu. Tujuannya untuk menyelamatkan anak bangsa. Kami mengajak masyarakat untuk bersama - sama untuk mencegah penggunaan narkoba agar peminatnya berkurang. Itu salah strategi kami sehingga permintaan berhenti dan harga menjadi hancur," kata dia.

Sponsored by MGID

Baca Juga : Bupati Bantaeng Lantik 18 Pejabat Baru

 

Dia mengungkapkan strategi pertama BNN adalah pemberantasan atau penangkapan kepada pengedar maupun pemakai. Kemudian merubah mindset atau cara berfikir. Nantinya akan ada program desa Bersih Narkoba (Bersinar) dari BNN dengan menggunakan dana CSR.

Baca Juga : Bantaeng Kembali Raih Kabupaten Layak Anak Predikat Madya

"Kita akan melakukan tracking kepada para pengguna atau pengedar. Pengguna akan direhabilitasi dan pengedar akan kita tangkap. Kemudian kami akan latih penyuluh agar pencegahannya efektif," kata dia.

Praktisi Hukum Unhas, Dr Sakka Pati turut mengatakan, sejak dulu narkoba begitu mengerikan. Penanganan dan perhatian sangat dibutuhkan. Generasi muda atau mahasiswa harus menjadi perhatian pemerintah maupun pihak terkait agar tidak terpapar narkoba.

"Sasaran empuk narkoba juga ada di kalangan mahasiswa dan generasi muda. Ini harus menjadi perhatian. Mahasiswa dan generasi muda akan menjadi ujung tombak negara nantinya," katanya.

Baca Juga : Ilham Azikin: Selamat Jalan Pamanda Syahlan Solthan

Dia juga mengharapkan, agar penegak hukum tidak tebang pilih kepada para pengedar. Tidak tebang pilih apalagi tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Hal ini perlu dilakukan untuk memberikan efek jera kepada para pengedar dan pengguna.

 Dirinya bersama akademisi lainnya tengah merancang Kuliah Kerja Nyata (KKN) Bersih Narkoba (Bersinar). Penanganan narkoba baginya harus Terstruktur, Sistematis dan Massif (TSM).

"Karena sudah menggurita, model penanganannya harus TSM. Tokoh masyarakat, pemuda dan perempuan menjadi bagian yang harus ikut dalam penanganan narkoba," katanya.

Baca Juga : Bupati Bantaeng Lantik 18 Pejabat Baru

 

Sponsored by advertnative
 
#pemkab bantaeng #Bupati Bantaeng