Sabtu, 29 Mei 2021 17:36

Prabowo-Puan Versus Anies-Ganjar di Pilpres 2024? Ini Analisa M Qodari

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Prabowo Subianto menyapa pendukungnya pada Pilpres 2019.
Prabowo Subianto menyapa pendukungnya pada Pilpres 2019.

Dua pasangan yang diprediksi bertarung pada Pilpres 2024 adalah Prabowo Subianto-Puan Maharani melawan Anies Baswedan-Ganjar Pranowo.

RAKYATKU.COM -- PDIP menginginkan hanya dua pasangan pada Pilpres 2024. Mereka kemungkinan mengusung pasangan Prabowo Subianto-Puan Maharani.

Lalu, siapa lawannya? Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari menyebut Anies Baswedan paling potensial. Elektabilitas yang tinggi dari beberapa survei jadi dasarnya.

Selama ini survei elektabilitas kandidat capres selalu menempatkan Anies Baswedan di posisi ketiga. Di bawah Jokowi dan Prabowo.

Baca Juga : Ganjar-AAS Pasangan Paling Klop, Ibarat Joe Biden dan Kamala Harris

Qodari memprediksi Partai Golkar dan NasDem tidak lagi bergabung dengan PDIP pada Pilpres 2024. Otomatis, mereka harus mencari figur potensial untuk mengalahkan Prabowo-Puan.

Anies memiliki basis massa yang telah terdefinisi dengan jelas yakni kelompok Islam.

Qodari memprediksi, bila Anies maju sebagai calon presiden, calon wakil presiden yang akan digandeng bukan dari kalangan ketua umum partai.

Baca Juga : Ganjar dan Andi Amran Sulaiman Gelar Pertemuan Khusus di Kota Makassar, Ini yang Dibahas

Sebab, ketua umum partai akan saling berebut satu dengan yang lainnya. Lalu, siapa pasangan ideal? Qodari belum menyebut nama.

Sponsored by MGID

Namun, dari berbagai indikator yang bisa dilihat publik, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memiliki peluang tersendiri.

Setidaknya ada tiga alasan mengapa Ganjar Pranowo cocok mendampingi Anies Baswedan. Pertama, elektabilitasnya selalu di posisi keempat di bawah Anies Baswedan.

Baca Juga : Sambil Senam, Ratusan Perempuan di Solo Deklarasi La Nyalla Mattalitti Maju di Pilpres 2024

Kedua, pergerakan Ganjar mulai ditutup PDIP. Terbukti saat dia tidak diundang dalam acara yang dihadiri Puan Maharani. Ganjar dianggap curi start menuju pilpres. Posisi sebagai orang yang "teraniaya" itu terbukti menjadi kunci sukses dalam kontestasi politik.

SBY dan JK salah satu contohnya. Keduanya dicitrakan sebagai orang dizalimi di kabinet Megawati Soekarnoputri. Akhirnya, saat pilpres, keduanya sukses menumbangkan Megawati.

Faktor ketiga, Ganjar berasal dari Jawa Tengah yang notabene memiliki jumlah pemilih terbesar di Indonesia. Siapa pun yang unggul mutlak di Jawa Tengah dan Jawa Timur, berpeluang menang pilpres 2024.

Baca Juga : Ternyata Penundaan Pemilu 2024 dan Perpanjangan Masa Jabatan Presiden Tak Pernah Dibahas Pemerintah

Jawa Tengah ini pula yang menjadi kunci sukses Jokowi-Ma'ruf pada Pilpres 2019. Walaupun Prabowo-Sandi menang di banyak provinsi, Jokowi-Ma'ruf menguasai Jawa Tengah.

 

#Pilpres 2024