Senin, 17 Mei 2021 19:31

Sering Terjadi Perang Antar Kelompok, Polisi Ajak Tokoh Masyarakat Tudang Sipulung

Fathul Khair Akmal
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Sering Terjadi Perang Antar Kelompok, Polisi Ajak Tokoh Masyarakat Tudang Sipulung

Tudang sipulung tersebut dilakukan untuk mencari solusi terkait seringnya terjadi perang antar kelompok di Jalan Kandea 3 yang berbatasan antara kecamatan Bontoala dengan Kecamatan Tallo.

RAKYATKU.COM,MAKASSAR – Kapolsek Bontoala AKP Syamsuardi bersama Kapolsek Tallo Kompol Dr. Saharuddin mengajak tokoh masyarakat dalam wilayah tersebut tudang sipulung atau duduk bersama.

Tudang sipulung tersebut dilakukan untuk mencari solusi terkait seringnya terjadi perang antar kelompok di Jalan Kandea 3 yang berbatasan antara kecamatan Bontoala dengan Kecamatan Tallo.

Akibat seringnya pecah perkelahian antar kelompok di perbatasan tesebut sehingga masyarakat menamakan perbatasan tersebut Jalur Gaza.

Tudang Sipulung tersebut di laksanakan di Mesjid Nurul Hidayah Jalan Kandea 3 yang di hadiri oleh masing masing lurah, lurah Baraya Kecamatan Bontoala dan Lurah Bunga Ejaya Beru Kecamatan Tallo, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama yang duduk bersama dengan Kapolsek Bontoala, Kapolsek Tallo serta Danramil Bontoala dan Danramil Tallo.

Kapolsek Bontoala AKP Syamsuardi, mengatakan bahwa Untuk mendapatkan suatu kesepakatan yang mufakat maka perlu di adakan pertemuan seperti ini.

 

"Yang mana untuk di Sulawesi Selatan ini tradisi tudang sipulung merupakan ruang kultural yang demokratis bagi masyarakat untuk menyuarakan kepentingan – kepentingannya dalam rangka membahas berbagai hal," kata Syamsuardi, Minggu malam (16/05/21)

Lebih lanjut mantan Kapolsek Galesong Selatan di tahun 2018 ini mengatakan bahwa Tudang sipulung merupakan upaya duduk bersama-sama untuk mencari solusi atas permasalahan yang terjadi.

"Proses mediasi dalam Tudang Sipulung harus menghasilkan keputusan bersama untuk kepentingan bersama pula dan Keputusan tersebut harus dihormati seluruh pihak karena melalui proses musyawarah bersama," ucapnya.

Ia pun berharap agar keputusan dari tudang sipulung ini dihormati oleh masing-masing pihak.

“Olehnya itu di minta kepada warga atau pemuda yang bertikai apapun hasil dari tudang Sipulung ini harus di hormati dan bila ada yang memulai di antara kedua belah pihak, wajib menyerahkan namanya ke pihak berwajib dan akan di proses sesuai hukum yang berlaku, ” tegas Kapolsek yang baru sebulan menjabat sebagai Kapolsek di Polsek Bontoala ini.

Dalam pertemuan tersebut masing-masing pihak diberikan kesempatan untuk mengeluarkan keluh kesah sekaligus keinginannya, dan pihak keamanan pun berupaya menjembatani kedua belah pihak yang bertikai tersebut dengan memberikan sejumlah alternatif solusi dan jalan keluar demi mendamaikan kedua pihak.

Penulis : Usman Pala
#perang antar kelompok