Sabtu, 15 Mei 2021 08:16

WHO Minta Masyarakat Tetap Pakai Masker Meski Sudah Divaksin

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Pernyataan WHO ini menyusul keputusan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat yang mencabut syarat penggunaan masker bagi warga yang sudah menerima vaksin COVID-19 secara penuh.

RAKYATKU.COM - WHO meminta masyarakat dunia tetap memakai masker meski sudah menerima vaksin COVID-19 penuh.

"Vaksin menyelamatkan nyawa, tetapi dengan sendirinya, itu tidak cukup," kata WHO seperti dikutip dari AFP pada Sabtu (15/5/2021).

Pernyataan WHO ini menyusul keputusan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat yang mencabut syarat penggunaan masker bagi warga yang sudah menerima vaksin COVID-19 secara penuh.

Baca Juga : Warga di Belanda Sudah Boleh Lepas Masker dan Berkerumun, Indonesia Kapan?

Hampir 60 persen warga AS sudah menerima satu atau dua dosis vaksin. WHO menahan diri untuk tidak berkomentar secara khusus tentang situasi AS.

Namun, para ahli menyoroti keputusan untuk mencabut syarat pemakaian masker, harus bergantung pada lebih dari sekadar tingkat vaksinasi.

 

"Ini tentang berapa banyak virus yang beredar," kata Ketua Satgas COVID-19 WHO, Maria Van Kerkhove.

Baca Juga : Salah Satunya Digunakan Militer Amerika Serikat, Ini 5 Senjata yang Dimiliki KKB Papua

"Ini tentang jumlah vaksin dan vaksinasi yang dilakukan, ini tentang varian ... yang beredar," lanjutnya.

Sebelumnya CDC menyebut vaksin yang digunakan terbukti sangat efektif dalam mencegah penyakit serius dan kematian, serta memberikan perlindungan yang tinggi terhadap paparan dan penularan virus.

Namun, kepala ilmuwan WHO, Soumya Swaminathan, menekankan bahwa vaksin tidak 100 persen efektif melawan infeksi.

Baca Juga : Covid-19 Sudah Bunuh 4 Juta Jiwa di Dunia

"Anda dapat mengalami penyakit asimtomatik atau ringan atau bahkan gejala sedang bahkan setelah divaksinasi," ucap Soumya.

"Vaksinasi saja bukan jaminan melawan infeksi atau kemampuan menularkan infeksi itu kepada orang lain," lanjutnya.

#Amerika Serikat #WHO #Masker