Jumat, 23 April 2021 20:02

Kunjungi Gereja Katedral Makassar, Mahfud MD: Teror adalah Paham Sesat

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Kunjungi Gereja Katedral Makassar, Mahfud MD: Teror adalah Paham Sesat

Teror tidak mewakili agama manapun karena terorisme musuh semua agama.

RAKYATKU.COM - Menko Polhukam, Mahfud MD melakukan kunjungan kerja ke Sulsel, Jumat (23/4/2021). Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Gereja Katedral di Jalan Kajaolalido, Makassar.

Dalam kunjungan tersebut, Mahfud MD didampingi oleh plaksana tugas Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dan disambut Keuskupan Agung Makassar.

"Teror tidak mewakili agama manapun karena terorisme musuh semua agama. Bahwa pelakunya orang beragama yang mengaku berjuang atas nama agama, bagi kesadaran yang normal itu adalah paham dan kesadaran yang sesat," kata Mahfud saat memberi keterangan pers sebelum meninggal Gereja Katedral Makassar.

Baca Juga : Plt Gubernur Sulsel Dampingi Menkopolhukam Saksikan Simulasi Force Down Pesawat Asing

Ia mengatakan, teror bom bunuh di Gereja Katedral yang memakan korban luka-luka 21 orang merupakan tindakan yang biadab. Bahkan teror itu pun melukai setidaknya lima orang Muslim.

"Kalau memperjuangkan agama melalui teror atau terorisme tidak bisa dikatakan mewakili agama manapun dan ini harus dilawan oleh semua, agama apapun. Agama di mana pun untuk kebaikan umat manusia. Kebenaran tidak bisa ditentukan oleh jumlah pengikut banyak atau sedikit tapi kebenaran itu soal keyakinan yang harus dilindungi bersama-sama," bebernya.

 

Untuk menangani teror atau aksi terorisme, lanjut Mahmud MD, pemerintah dan tokoh agama telah berbagi tugas.

Baca Juga : Adiknya Dilantik Jadi Rektor, Menko Polhukam Mahfud MD Ingatkan soal Titipan

"Negara sudah berbagi tugas dengan tokoh agama. Negara menegakkan hukum, menjamin ketertiban dan menangkap pelaku. Sementara tokoh agama gereja, masjid, pura, kelenteng untuk jamin kesadaran umatnya untuk hidup damai dan rukun," sebutnya.

Sementara itu, Uskup Agung Keuskupan Agung Makassar, Yohanes Likuada' menyampaikan terima kepada pemerintah Republik Indonesia atas perhatian yang telah diberikan.

"Semoga ke depan kita bisa berupaya agar kejadian tak terjadi lagi. Kita percaya pemerintah serius menangani. Kami para pemimpin agama memiliki tugas luhur memberi kesadaran bagi umat masing-masing," katanya.

Baca Juga : Lebih Parah dari Era Soeharto, Mahfud MD: Sekarang Korupsi Sudah Terjadi Sebelum Pembahasan APBN-APBD

Ia juga menyebut tak ada agama apapun yang membenarkan tindakan teror atau terorisme. Kejadian teror bom di Gereja Katedral pun disebut justru memperkuat persatuan dan kesatuan antara sesama.

"Tujuannya memecah belah justru sebaliknya, kesatuan masyarakat dari berbagai pihak dan saling mendukung. Semoga upaya pemerintah kita ikut dukung," tambahnya.

Penulis : Syukur
#mahfud MD #bom gereja katedral makassar