Kamis, 22 April 2021 07:00

Berawal Dialog Batin di Masjidilharam, Kisah di Balik Masjid Al Fatih Al Anshar dengan Miniatur Ka'bah

Alief Sappewali
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Berawal Dialog Batin di Masjidilharam, Kisah di Balik Masjid Al Fatih Al Anshar dengan Miniatur Ka'bah

Pendiri sempat ragu, Masjid Al Fatih Al Anshar selesai dalam sembilan bulan.

MASJID Al Fatih Al Anshar sebuah masjid yang berada di kota Makassar tepatnya di Jalan Paccinang Raya, Kelurahan Tello, Kecamatan Panakukkang, Makassar.

Masjid ini memiliki keunikan tersendiri. Tidak dimiliki masjid lain pada umumnya. Pada salah satu sudutnya terdapat miniatur Ka'bah.

Masjid Al Fatih Al Anshar dibangun H Andi Mustamin Anshar. Dia terinspirasi saat melaksanakan ibadah haji.

"Di Makkah ketika tawaf beliau bermunajat seolah-olah terjadi dialog batin dengan mengatakan, Mustamin ketika pulang ke Tanah Air (Makassar) maka bangun masjid ikuti sudut-sudut Ka'bah," cerita imam Masjid Al Fatih Al Anshar, Ustaz Wahyu Bastani Al Banjari ketika ditemui Rakyatku.com, Rabu (21/4/2021).

Setelah itu, menurut Ustaz Wahyu, Andi Mustamin hanya diam saja sambil merenung dan melaksanakan ritual-ritual ibadah haji. Begitu datang ke Ka'bah terjadi lagi seperti itu.

 

"Setiap kali beliau datang ke Ka'bah melaksanakan tawaf begitu lagi. Ada semacam dialog batin," ucap Ustaz Wahyu.

"Dan dalam dialog itu dia mengatakan Ya Allah darimana saya mendapatkan dananya. Kemudian dalam dialog itu dikatakan tidak usah khawatir. Bangun saja masjid dan ikuti sudut-sudut Ka'bah karena penyandang dananya adalah Allah subhanahu wata'ala," sambung Ustaz Wahyu.

Sponsored by MGID

Mendapat hidayah tersebut, Mustamin meminta pendapat para alim ulama terkait pembangunan masjid yang mengikuti sudut-sudut Ka'bah atau ada miniatur Ka'bah-nya, apakah hal tersebut dibolehkan atau dilarang.

"Kata para alim ulama tidak ada larangan. Silakan, bahkan itu sebagai bentuk syiar bahwasanya mengagung-agungkan, membesarkan-besarkan sesuatu yang dicintai oleh Allah subhanahu wata'ala. Itu ketakwaan hati yang dalam," lanjut Ustaz Wahyu.

Maka saat itu lah dia optimistis. "Alhamdulillah masjid ini pembangunannya begitu lancar karena dananya juga lancar seperti air yang mengalir," katanya.

"Kalau saya tidak keliru itu cuman dalam waktu sembilan bulan, alhamdulillah berdirilah Masjid Al Fatih Al Anshar hanya saja orang lebih sering menyebutnya dengan Masjid Ka'bah," ucapnya.

Masjid Al Fatih Al Anshar didesain H Muhammad Akbar Wisudawan. Dia putra bungsu Andi Mustamin Anshar.

Ustaz Wahyu menjelaskan, desain yang ada di dalam masjid ini memiliki filosofi dan makna tersendiri seperti pintu-pintu masjid yang melambangkan waktu salat.

"Yang dua pintu itu melambangkan salat subuh dua rakaat. Kemudian tiga pintu itu shalat magrib, dan empat pintu itu shalat isya, zuhur dan asar. Jadi ada nilai-nilai filosofi agamanya," urai Ustaz Wahyu.

Masjid ini diresmikan pemanfaatannya pada 9 Ramadan 1436 H. Masjid ini menjadi daya tarik tersendiri bagi orang-orang yang melintas.

"Jadi setiap orang yang lewat kadang-kadang kita perhatikan mereka berhenti memandang Ka'bah. Seolah-olah ia mengatakan ya Allah jangan lah engkau biarkan hamba-Mu ini cuma memandang miniatur Ka'bah tapi undang lah kami ya Allah. Jadi mungkin mereka itu berdoa memohon kepada Allah ketika melihat ini," tutur Ustaz Wahyu.

Masjid ini juga bentuk syukur atas kelahiran cucu pertama Andi Mustamin Anshar yang diberi nama, Muhammad Al Fatih El Khadafi. Al Fatih artinya pembuka. Sedangkan Al Anshar diambil dari nama belakang Andi Mustamin Anshar. Al Anshar artinya penolong.

"Jadi insya Allah semoga semuanya bernilai ibadah di sisi Allah subhanahu wata'ala tanpa ada maksud riya memberikan nama seperti itu," tutup Ustaz Wahyu Al Banjari.

Sponsored by advertnative
 
Penulis : Usman Pala
#Masjid Al Fatih Al Anshar