Rabu, 21 April 2021 12:03
Editor : Fathul Khair Akmal

RAKYATKU.COM, BULUKUMBA - Sudah lebih dari setahun, proses belajar mengajar dengan metode tatap muka ditiadakan. Pandemi Covid-19 adalah 'biang kerok' dari masalah ini. Orang tua murid sudah mulai bosan dengan kondisi tersebut. Anak-anak tak bisa lebih efektif untuk belajar, terlebih jika tidak ditunjang dengan teknologi dan internet karena sistem belajar daring yang diberlakukan pemerintah.

 

Pemerintah sedang mencari formulasi terbaik agar proses belajar mengajar di sekolah bisa berjalan. Tentunya dengan mematuhi protokol kesehatan. Rencananya, Juli 2021 mendatang, proses belajar tatap muka itu akan dimulai, syarat utamanya, tenaga pendidik harus mendapatkan vaksinasi. Beberapa kabupaten di Sulsel, sudah mulai lakukan vaksin ke guru-guru.

Di kabupaten Sinjai misalnya, Senin (19/4/2021), Dinas Kesehatan sudah lakukan vaksinasi ke ribuan guru. Kadis Pendidkan Sinjai, Andi Jefrianto Asapa menjelaskan, mereka yang disuntik vaksin adalah mulai dari guru, tenaga perpustakaan, operator dan bujang sekolah.

Baca Juga : PPKM Dicabut, Dinkes Sulsel Minta Masyarakat Tetap Vaksinasi Covid-19

"Jadi vaksin untuk satuan pendidikan SMP dan MTs yang ada di Sinjai kurang lebih 1.308 orang," ujarnya.

 

Serupa di kabupaten Bantaeng, proses vaksinasi juga telah berjalan. Dinas Kesehatan Bantaeng mulai menyasar tenaga pendidik untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19. Mengingat tenaga pendidik menjadi salah satu sasaran pelayan publik yang menerima vaksinasi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Haris menyampaikan, bahwa sekolah dibuka Juli. 4.095 tenaga pendidik mulai divaksin.

Baca Juga : Presiden Jokowi Vaksinasi Booster Pakai IndoVac, Menkes Budi: Sangat Ampuh

“Harapan kami guru-guru lebih 4000 orang sudah tervaksin sebelum masuk sekolah yang rencana akan dibuka awal tahun ajaran baru di bulan Juli 2021,” tuturnya, beberpa waktu lalu.

Namun hal berbeda ditunjukan oleh Pemerintah Kabupaten Bulukumba, Sulsel. Daerah dengan penduduk setengah juta ini, sama sekali belum melakukan vaksinasi terhadap tenaga pendidik. Alasannya belum ada stok vaksin bagi mereka.

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan, Ahmad Januaris mengakui, jika pihaknya masih menunggu jadwal dari Dinas Kesehatan. Sejumlah data telah dikantongi Dinkes, termasuk pula teknis pelayanan, Dinkes berwenang melakukan pengaturan.

Baca Juga : Pakai IndoVac, Presiden Jokowi Resmi Vaksin Covid-19 Dosis Keempat

"Sebenarnya sudah ada jadwal kemarin sebelum bulan Ramadhan tapi ditunda sementara krn ketersediaan Vaksin," Kata Ahmad Januaris, Rabu (21/4/2021).

Ia membeberkan, jumlah Tenaga pendidik yang ada di Dikbud dan Kemenag kurang lebih 8000 orang, termasuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Honorer.

Secara keseluruhan kata Ahmad Januaris, persiapan pembelajaran Tatap Muka di Bulukumba Dikbud dan Sekolah sudah Siap sejak semester genap ini tapi karena perkembangan kasus yang masih ada, maka ditunda lagi sampai Tahun Ajaran Baru 2021/2022 sambil menunggu selesainya vaksinasi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.

Baca Juga : Pandemi Covid-19 Belum Berakhir, Ahli Epidemiologi Imbau Masyarakat Lengkapi Vaksinasi

Kabid Pengendalian Penyakit, Dinkes Bulukumba yang juga menaungi Covid, Vaksinasi, Handayani Syaukani kepada rakyatku.com membeberkan, rencana vaksinasi dilaksanakan setelah lebaran idul fitri. Tapi pihaknya masih menunggu stok vaksin dari provinsi, pasalnya stok vaksi yang tersedia di Bulukumba adalah vaksin dosis ke-2.

"Dibutuhkan sekitar 1000 vial untuk sasaran guru 9,288 orang untuk dosis pertama. Jadi 2000 vial sampai selesai dosis 2," jelasnya.

Penulis : Rahmatullah