Sabtu, 17 April 2021 17:02
Editor : Alief Sappewali

RAKYATKU.COM,JAKARTA -- Polisi menjelaskan mengapa polisi menembak mati terduga teroris di Makassar. Katanya, tidak ada pilihan lain.

 

Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Ahmad Ramadhan mengatakan, MT terpaksa dilumpuhkan oleh tim Densus 88 Polri karena melakukan perlawanan yang membahayakan petugas kepolisian.

Itu terjadi saat akan dilakukan penangkapan di rumahnya di Jalan Manuruki 3 Kelurahan Sudiang Raya, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Kamis (15/4/2021).

Baca Juga : Terduga Teroris yang Tewas Ditangkap di Sukoharjo Ternyata Dokter

"Artinya dalam posisi tersebut tidak ada pilihan bagi anggota yang akan melakukan penangkapan. Ketika dia tidak melakukan tindakan maka dia akan luka," ungkap Ramadhan dalam dialog presisi, Jumat (16/4/2021).

 

"Parang yang digunakan ada dua. Dipegang di kiri dan kanan dan posisinya dia mengayun menyerang kepada anggota sehingga anggota melakukan tindakan tegas dan terukur," sambungnya.

Ramadhan juga menceritakan sepak terjang MT. Dia pernah dihukum 2013 dan dibebaskan 2016. Belakangan, kata Ramadhan, dia kembali aktif bergabung dengan kelompok JAD.

Baca Juga : Terduga Teroris Tewas Saat Ditangkap di Sukoharjo

MT, katanya, berperan aktif dalam aksi bom bunuh diri yang dilakukan pasangan suami istri L dan Ysf di depan Gereja Katedral Jalan Kajaolalido Makassar, Minggu (28/3/2021).

Sampai saat ini 31 terduga teroris telah ditangkap terkait insiden ledakan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar. Densus 88 akan terus melakukan pendalaman dan pencegahan terhadap kelompok-kelompok jaringan terorisme di Indonesia.

 

Penulis : Usman Pala