Jumat, 16 April 2021 12:03

Gagal Beli Newcastle United, Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman Minta Langsung ke Perdana Menteri Inggris

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Foto: AFP.
Foto: AFP.

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, meminta asisten senior dan pakar Timur Tengah, Lord Eddie Lister, untuk menangani hal ini.

RAKYATKU.COM - Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, atas permintaan pribadi Putra Mahkota Saudi Muhammad bin Salman, turun tangan menangani kegagalan kesepakatan pembelian klub sepak bola Liga Premier, Newcastle United, senilai 300 juta pounds atau setara Rp6 triliun.

Reuters mengutip surat kabar Daily Mail, Jumat (16/4/2021), melaporkan konsorsium yang didukung Arab Saudi gagal mengambil alih Newcastle setelah grup tersebut menolak tawaran arbitrase independen dari Liga Premier untuk memutuskan siapa yang akan memiliki klub itu.

Kelompok tersebut, yang termasuk lembaga pengelola dana investasi Arab Saudi PIF, PCP Capital Partners, dan Reuben Brothers, mengatakan tahun lalu mereka tak lagi tertarik dengan kesepakatan tersebut, yang telah tertunda oleh tes pemilik dan direktur Liga Premier.

Baca Juga : Amerika Serikat akan Umumkan Sanksi Pangeran MBS soal Pembunuhan Khashoggi

Konsorsium itu menyalahkan lamanya proses evaluasi terkait keputusan mundur itu.

Daily Mail melaporkan, Mohammed Bin Salman telah mendesak Johnson untuk "mengoreksi dan mempertimbangkan kembali" keputusan "keliru" Liga Premier, yang dituduh memblokir pengambilalihan klub.

 

Laporan tersebut mengatakan Johnson meminta asisten senior dan pakar Timur Tengah, Lord Eddie Lister, untuk menangani keluhan tersebut. Lister dikutip dalam laporan Daily Mail mengatakan bahwa dia akan menyelidikinya.

Baca Juga : Gaji Miliaran Dianggap Kurang, Boris Johnson Ingin Mundur dari Jabatan PM Inggris

Seorang juru bicara pemerintah Inggris tidak dapat segera dihubungi oleh Reuters untuk memberikan komentar.

Daily Mail mengutip juru bicara pemerintah yang mengatakan, "Meskipun kami menyambut investasi luar negeri, ini adalah masalah komersial bagi pihak-pihak terkait dan pemerintah tidak terlibat dalam hal apa pun dalam pembicaraan pengambilalihan di Newcastle United."

Sumber: VOA Indonesia

#Newscastle United #Boris Johnson #Muhammad bin Salman