Jumat, 16 April 2021 08:01

Terkait Kasus Nurdin Abdullah, KPK Periksa Kepala Kantor Bank Mandiri, Setelah Ini Siapa Lagi?

Fathul Khair Akmal
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Terkait Kasus Nurdin Abdullah, KPK Periksa Kepala Kantor Bank Mandiri, Setelah Ini Siapa Lagi?

KPK ikut memeriksa Kepala Kantor Bank Mandiri Cabang Panakkukang, Makassar dalam kasus yang menjerat Gubernur Sulsel nonaktif, Nurdin Abdullah.

RAKYATKU.COM, MAKASSAR - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengebut kasus yang menjerat Gubernur Sulsel nonaktif, Nurdin Abdullah.

Juru bicara KPK, Ali Fikri menyampaikan update penyidikan dugaan suap perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2020-2021.

Ali Fikri mengatakan, sejumlah saksi terkait kasus ini kembali diperiksa di Kantor Polrestabes Makassar, Rabu (14/4/2021).

Baca Juga : Lebaran Idulfitri di Rutan, KPK Perpanjang Masa Penahanan Nurdin Abdullah

Adapun saksi-saksi yang diperiksa untuk tersangka Nurdin Abdullah yakni pegawai BUMN, Siti Abdiah Rahman.

"Didalami pengetahuan saksi antara lain terkait dengan proses penarikan sejumlah uang oleh AS yang diduga untuk diberikan kepada NA melalui ER," kata Ali Fikri, Kamis (15/4/2021) kemarin.

 

Selain itu, saksi lain yang juga telah menjalani pemeriksaan adalah Kepala Kantor Bank Mandiri Cabang Panakkukang, Makassar.

Baca Juga : Kasus Nurdin Abdullah Ikut Seret Bank Sulselbar, KPK Sita Sejumlah Barang Bukti

"Dikonfirmasi antara lain terkait dugaan aliran sejumlah uang milik NA melalui transaksi perbankan," tambahnya.

Selanjutnya, saksi yang juga telah dipanggil dan menjalani pemeriksaan dari tim penyidik KPK adalah Mawardi yang merupakan pegawai Bank Sulselbar Makassar.

"Pada yang bersangkutan dilakukan penyitaan berbagai dokumen terkait transaksi perbankan dari NA," lanjut Ali Fikri.

Baca Juga : Kasus Suap Nurdin Abdullah, KPK Terbang ke Makassar Geledah Rumah Bos PT PKN

Kemudian, saksi yang juga telah memberi keterangan kepada penyidik KPK terkait kasus yang menyeret Nurdin Abdullah yang juga mantan bupati Bantaeng dua periode tersebut adalah, Sri Wulandari dari swasta, dan Sari Pudjiastuti yang merupakan Pegawai Negeri Sipil.

"Didalami pengetahuan para saksi antara lain mengenai dugaan penerimaan sejumlah uang oleh NA yang merupakan pemberian dari pihak-pihak tertentu yaitu para kontraktor diantaranya dari AS," sebut Ali Fikri.

Tak hanya di Kantor Polrestabes Makassar, Ali Fikri juga menyebut pemeriksaan oleh tim penyidik KPK pun dilakukan di kantor KPK.

Baca Juga : 43 Hari Ditahan KPK, Begini Kondisi Ruangan dan Staf Khusus Nurdin Abdullah

"Sedangkan bertempat di Gedung KPK Merah Putih juga telah dilakukan pemeriksaan ER sebagai saksi untuk NA dkk, adapun yang dikonfirmasi antara lain mengenai dugaan adanya beberapa komunikasi terkait pemberian sejumlah uang oleh AS kepada NA melalui ER," jelasnya.

Sebelumnya, Ketua KPK Firli Bahuri menyebut Nurdin Abdullah diduga menerima suap terkait sejumlah proyek infrastruktur di Sulsel dari Direktur PT Agung Perdana Bulukumba (APB) Agung Sucipto.

Agung disebut berkeinginan mendapatkan beberapa proyek pekerjaan infrastruktur di Sulsel, yang sebelumnya yang bersangkutan telah mengerjakan beberapa proyek di Sulsel beberapa tahun sebelumnya.

Baca Juga : Tunggu Proses Hukum, PDIP Akan Usul ARW Jadi Wakil jika Nurdin Abdullah Tak Bisa Kembali Menjadi Gubernur Sulsel

Firli menyebut Nurdin Abdullah diduga menerima uang dari kontraktor lain pada 2020, yaitu Rp200 juta, Rp1 miliar, dan Rp2,2 miliar, sehingga total uang yang diduga diterima Nurdin Abdullah sekitar Rp5,4 miliar.

Penulis : Syukur
#Nurdin Abdullah