Senin, 12 April 2021 13:04

Lengah dan Yakin Vaksin Bisa Akhiri Pandemi, Kasus dan Kematian COVID-19 Meningkat di Seluruh Dunia

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ilustrasi.
Ilustrasi.

Laporan WHO yang terbaru, mengonfirmasi bahwa lebih dari 133,5 juta kasus infeksi virus corona terjadi, termasuk hampir 3 juta kematian di seluruh dunia.

RAKYATKU.COM - Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, memperingatkan bahwa kasus dan kematian akibat COVID-19 sedang meningkat di seluruh dunia.

Sebagian ini disebabkan oleh kelengahan yang muncul dan keyakinan bahwa vaksin akan mampu menghentikan pandemi dan penyebaran penyakit ini.

Laporan WHO yang terbaru, mengonfirmasi bahwa lebih dari 133,5 juta kasus infeksi virus corona terjadi, termasuk hampir 3 juta kematian di seluruh dunia.

Baca Juga : Benarkah Jokowi-Ma'ruf Sukses Atasi Pandemi Covid-19? Begini Menurut Pengamat

Data menunjukkan kenaikan kasus dan kematian akibat virus corona di semua kawasan dunia, kecuali di Afrika yang sedikit kurang terimbas dibandingkan kawasan lain.

WHO mengaitkan kenaikan ini dengan beberapa faktor, termasuk penambahan varian virus corona, kegagalan mempraktikkan langkah kesehatan masyarakat, dan pemulihan kehidupan ke apa yang dianggap normal, setelah orang lebih terkucil hidupnya akibat lockdown.

 

Masalah lainnya, kata juru bicara WHO Margaret Harris, adalah makin besarnya kelengahan dan keyakinan bahwa vaksin akan mampu mengakhiri krisis ini.

Baca Juga : Vatic Kembangkan Alat Tes COVID-19 Berbasis Air Liur, Pengujiannya Sangat Akurat

“Orang salah paham bahwa, vaksin akan mampu menghentikan penularan. Hal itu tidak benar. Kita harus menurunkan laju penularan dan juga memberi program vaksinasi peluang untuk menghentikan penyakit yang parah ini dan kematian yang diakibatkannya,” ujar Harris dikutip dari VOA Indonesia, Senin (12/4/2021).

Sponsored by MGID

WHO melaporkan hampir 670 juta dosis vaksin telah disuntikkan di seluruh dunia. Tetapi sebagian besar dosis ini diberikan di negara-negara kaya. Selain itu, WHO memperingatkan adanya kekurangan vaksin yang kritis.

Kata Harris, beberapa negara tidak bisa mulai melakukan kampanye inokulasi COVID 19 karena kekurangan dosis, khususnya di negara berkembang.

Baca Juga : WHO Identifikasi Varian Baru COVID-19, Lebih Kebal Vaksin

“Jadi, sekali lagi, apa yang bisa kita lakukan? Kita harus melipatgandakan langkah kesehatan masyarakat. Kita harus benar-benar memahami bahwa kita harus tetap menjaga jarak, kita harus menghindari kumpul-kumpul dalam ruang tertutup. Kita harus terus memakai masker, sekalipun kita sudah divaksinasi," tambahnya.

Berita baiknya, kata Harris, adalah hasil-hasil awal dari negara seperti Inggris menunjukkan program vaksinasi telah berhasil mencegah kematian dalam jumlah yang besar.

Tetapi sampai seluruh dunia sudah divaksinasi, kata Margaret Harris, orang tidak boleh lengah. Mereka harus terus waspada, dan mempraktikkan beberapa langkah kesehatan masyarakat yang sederhana, yang selama ini terbukti efektif.

Baca Juga : Berkat Kerja Sama Lintas Elemen, Wajo Kini Tak Lagi Berstatus Zona Merah

Sumber: VOA Indonesia

Sponsored by advertnative
 
#WHO #Covid-19