Sabtu, 03 April 2021 10:05

Korban Kecelakan Kereta Api yang Tabrak Truk di Taiwan Bertambah, Sedikitnya 50 Tewas

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Foto: National Fire Agency Department via AP Photo.
Foto: National Fire Agency Department via AP Photo.

Di antara korban tewas adalah masinis kereta api dan asistennya. Puluhan orang yang selamat dari kecelakaan itu dirawat di rumah sakit terdekat. Sebagian berada dalam kondisi kritis.

RAKYATKU.COM - Korban kereta api cepat yang kecelakaan dan menabrak truk di bagian timur taiwan">Taiwan, Jumat (2/4/2021) waktu setempat, bertambah. Sedikitnya 50 orang tewas dan lebih dari 150 lainnya luka-luka.

Ratusan penumpang kereta api cepat Taroko Express yang sedang melakukan perjalanan dari New Taipei City menuju Kota Taitung, di selatan Taiwan, tergelincir di dekat Hualien di pantai timur kota itu.
Beberapa laporan mengatakan sebuah truk konstruksi kosong tergelincir menuruni lereng dan menabrak kereta yang bergerak cepat itu.

Di antara korban tewas adalah masinis kereta api dan asistennya. Puluhan orang yang selamat dari kecelakaan itu dirawat di rumah sakit terdekat. Sebagian berada dalam kondisi kritis.

Baca Juga : Amerika Serikat Akan Jual Sistem Rudal ke Taiwan

Laporan yang tersebar luas mengatakan ada hampir 500 penumpang di dalam kereta api itu, jauh di atas kapasitas 376 kursi di kereta api. Ini menunjukkan bahwa banyak penumpang yang berdiri ketika kecelakaan terjadi.

Namun, video yang ditayangkan United Daily News Taiwan, yang menyertakan pernyataan Direktur Departemen Transportasi Kereta Api Kota Hualien, Wu Jintian, mengatakan bahwa kereta tersebut tidak benar-benar penuh.

 

Puluhan penumpang terjebak di dalam gerbong kereta yang masih berada di dalam terowongan. Namun, hingga pukul 18.30 Jumat (2/4) malam waktu setempat, tidak ada lagi penumpang yang tersisa di gerbong-gerbong di dalam terowongan. Petugas darurat terlihat mengevakuasi mayat korban dari lokasi kejadian.

Baca Juga : Kepolisian Amankan Pemilik Truk Penyebab Kecelakaan Kereta Api di Taiwan

Keponakan salah seorang penumpang yang meninggal berbicara pada VOA sambil menunggu saat mengidentifikasi jenazahnya. “Ia tante saya. Ia bekerja sebagai penjaga toko di pasar basah di Hualien,” ujarnya tentang perempuan berusia 55 tahun yang menjadi korban kecelakaan itu.

Sponsored by MGID

“Saya menemani ibu saya ke lokasi kejadian. Tim SAR berhasil mengeluarkan mayat para korban dari puing-puing kereta api itu sekitar jam 2 siang hari ini dan ketika itu ada 20-30 petugas yang beroperasi,” tambahnya.

“Saya dan ibu saya tidak dapat mengenalinya karena wajahnya rusak. Satu-satunya hal yang membuat kami masih dapat mengenali identitasnya adalah gelang yang dikenakannya. Saya merasa sangat sedih tapi ini realitas yang harus kami hadapi. Saat ini kami sedang menunggu pihak berwenang memeriksa jenazahnya,” ujarnya.

Baca Juga : Gerbong Kereta Terbelah Akibat Menabrak Truk di Taiwan, Banyak Penumpang Terlempar, 36 Tewas

Seorang pekerja di rumah pemulasaran jenazah di Hualien City, Ku Tsai-Yi, mengatakan pada VOA bahwa mayat mereka yang dievakuasi dari lokasi kecelakaan itu dalam kondisi rusak dan tidak dapat dikenali, termasuk anak-anak. “Mayat yang ditemukan berada dalam kondisi rusak parah, sebagian hancur. Bahkan polisi tidak dapat mengidentifikasi mereka,” ujar Ku.

Sejumlah saksi mata mengatakan para petugas evakuasi masih berada di lokasi hingga jam 8 malam waktu setempat.

Presiden Taiwan Tsai Ing-wen menyebut kecelakaan itu sebagai insiden yang memilukan.

Baca Juga : Penumpang Aktifkan Rem Darurat, 2 Kereta Tabrakan di Mesir Tewaskan 32 Orang

“Menanggapi kereta yang tergelincir di Hualien, Taiwan, kami telah sepenuhnya memobilisasi layanan darurat untuk menyelamatkan dan membantu penumpang dan staf kereta api yang terkena dampak,” tulisnya di Twitter. “Kami akan terus melakukan segala yang dapat kami lakukan untuk memastikan keamanan mereka pasca insiden yang memilukan ini.”

Sumber: VOA Indonesia

#tabrakan kereta api #Taiwan