Jumat, 02 April 2021 11:47
Editor : Redaksi

 

 

GOWA - Hujan deras yang disertai angin kencang menyebabkan 13 pohon tumbang di Kabupaten Gowa, pada Jumat (2/4) dinihari sekitar pukul 03:00 Wita.

"Hujan lebat dan angin kencang tadi mengakibatkan terjadinya beberapa pohon tumbang, dan data sementara sebanyak 13 pohon. Kami saat ini telah membagi 2 tim untuk melakukan penanganan sejak setengah 4 subuh tadi dan sudah ada 6 pohon yang tertangani," ucap Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gowa, Azhari Azis.

Baca Juga : 50 Warga Romang Polong Dapat Sertipikat Tanah Gratis

Ia mengatakan, sejak subuh tadi, dirinya langsung mengarahkan anggotanya untuk turun ke lapangan melakukan penanganan terhadap beberapa pohon yang tumbang di sejumlah titik.

 

Adapun lokasi pohon tumbang yakni Jalan Poros Panciro atau dekat RS Thalia, Jalan Poros Pallangga atau depan cek point Pangkabinanga, Jalan Sultan Hasanuddin atau depan Makodim 1409 Gowa, Jalan Tumanurung, Jalan Poros Macanda atau ekat kuburan Covid-19, Poros Limbung atau dekat pasar, dan Jalan Paccinonggang.

Kemudian, Jalan Kacong Dg. Lalang atau epan kuburan Baracelle, Jalan Dr. Wahidin Sudiro husodo, Jalan Beringin atau dekat SPAS, Jalan Poros Limbung (Tanetea), Taman PKK, dan Jalan Beringin (samping Balai Diklat Gowa).

Baca Juga : Prevelensi Stunting Gowa Turun 11,9 Persen

Sementara, terkait listrik padam yang terjadi diakui Azhari, hal itu dikarenakan banyaknya kabel listrik yang terkena pohon tumbang ini, salah satunya di Jalan Sultan Hasanuddin.

"Kabel listrik juga banyak kena, makanya terjadi mati lampu," tambahnya.

Azhari mengimbau agar sementara waktu masyarakat waspada saat melintas dan tidak berteduh atau berada di bawah pohon, karena cuaca saat ini tidak mendukung dan pohon akan sangat rawan untuk tumbang.

Baca Juga : Hari Otoda Ke-28 Tahun, Pemkab Gowa Siap Sukseskan Program Nasional

"Kami imbau kepada masyarakat berhati-hati melintas di bawah pohon karena pohon sekarang rawan, termasuk juga mengimbau kepada Balai untuk sementara waktu tidak melakukan penggalian drainase di Jalan Poros Panciro-Takalar karena galiannya dilakukan dipinggir pohon langsung dan akibatnya dua yang rebah akibat penggalian itu," imbaunya.