Jumat, 19 Maret 2021 15:35

Putin Tarik Dubesnya Pulang Setelah Disebut Pembunuh oleh Joe Biden

Fathul Khair Akmal
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Vladimir Putin (Sky News)
Vladimir Putin (Sky News)

Asisten senior RAND Corporation, William Courtney mengatakan, sangat jarang seorang presiden AS menyebut pemimpin kekuatan musuh besar sebagai pembunuh.

RAKYATKU.COM - Kementerian Luar Negeri Rusia pada hari Rabu menjelaskan bahwa duta besarnya di AS, Anatoly Antonov ditarik pulang untuk sementara waktu.

Meyadur VOA Kamis (18/03), pengumuman ini datang setelah wawancara TV ABC disiarkan Rabu pagi, di mana Presiden AS Joe Biden mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin "akan membayar harga" atas tindakan jahatnya.

"Hal terpenting bagi kami adalah mengidentifikasi cara-cara untuk memperbaiki hubungan Rusia-AS, yang telah melalui masa-masa sulit seperti yang dialami Washington."

Baca Juga : Dibuka Presiden Amerika Joe Biden, Danny Wakili Indonesia Pada Forum Demokrasi Internasional

"Kami tertarik untuk mencegah kerusakan yang tidak dapat diperbaiki dalam hubungan, jika Amerika menyadari risiko yang terkait dengan ini."

Dalam wawancara itu, Biden juga menceritakan bahwa dia telah memberi tahu Putin, "Saya tidak berpikir Anda memiliki jiwa." Dia mengatakan pemimpin Rusia menjawab, "Kami saling memahami."

 

Saat ditanya oleh pewawancara ABC apakah dia yakin Putin adalah pembunuh, Biden menjawab, "Saya yakin."

Baca Juga : Hasil Penelitian Ungkap Covid-19 Sudah Ada di China Sejak Oktober 2019

Asisten senior RAND Corporation, William Courtney mengatakan, sangat jarang seorang presiden AS menyebut pemimpin kekuatan musuh besar sebagai pembunuh.

Sponsored by MGID

Courtney yang juga negosiator dalam pembicaraan pertahanan AS dengan Uni Soviet mengatakan terkadang duta besar ditarik setelah dihina.

"Dan, tentu saja, pemerintahan Biden berbicara tentang lebih banyak sanksi sehubungan dengan serangan siber SolarWinds. Jadi, keduanya bisa menjadi faktor langkah Moskow", katanya dikutip dari suara.com.

Baca Juga : Presiden AS Joe Biden Bagi-bagi 55 Juta Vaksin Covid-19, Indonesia Ikut Kebagian

Pada hari Rabu, sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki menolak menjelaskan apakah Joe Biden percaya bahwa Putin adalah seorang pembunuh, baik secara harfiah atau metaforis.

"Dia tidak akan menahan komunikasinya (dengan Rusia). Dia tidak akan menahan diri di depan umum," kata Psaki.

Ketika ditanya tentang Moskow menarik duta besarnya, Psaki mengatakan pemerintahan Biden akan mengambil pendekatan yang berbeda dari pemerintahan sebelumnya.

Sponsored by advertnative
 
#Joe BIden #Putin