Kamis, 11 Maret 2021 17:02

AS Akan Tarik Pajak dari YouTuber, Bisa Capai Seperempat dari Pendapatan

Nur Hidayat Said
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ilustrasi. (Foto: Reuters/Dado Ruvic)
Ilustrasi. (Foto: Reuters/Dado Ruvic)

YouTuber perlu mendaftarkan informasi pajak yang relevan via AdSense sampai batas waktu 31 Mei 2021.

RAKYATKU.COM - Amerika Serikat (AS) akan menerapkan pajak bagi kreator konten atau YouTuber yang menghasilkan uang lewat video mereka.

Melansir 9to5Google, Kamis (11/3/2021), penarikan pajak dilaporkan berlaku untuk semua YouTuber, bahkan jika mereka tidak tinggal di AS.

Email pemberitahuan telah dikirimkan YouTube kepada kreator konten di luar AS tentang perubahan itu.

Baca Juga : Umurnya 107 Tahun, Nenek Ini Jadi YouTuber Tertua di Dunia

Google memberitahukan, mereka telah diwajibkan untuk memotong pajak sesuai perhitungan di AS di semua channel.

YouTuber perlu mendaftarkan informasi pajak yang relevan via AdSense sampai batas waktu 31 Mei 2021. Dengan begitu, Google dapat melakukan kalkulasi pajak dengan benar.

 

Jika tidak dilakukan, YouTuber akan kena pajak 24 persen atau seperempat dari seluruh pendapatannya dari YouTube.

Baca Juga : Bapenda Jeneponto Naikkan Target Penerimaan Pajak Tahun Ini

Lalu, views yang dikenai pajak hanya berasal dari pemirsa yang berasal dari AS.

Jadi, kebijakan ini akan berdampak besar bagi channel YouTube yang punya banyak penggemar dari Negeri Paman Sam itu.

Aturan baru diterapkan YouTube berdasarkan Chapter 3 U.S. Internal Revenue Code, yang mewajibkan perusahaan memangkas pajak dari kreator konten saat mereka menghasilkan pendapatan dari pemirsa yang berbasis di AS.

#pajak #pajak youtube #youtuber