Rabu, 10 Maret 2021 14:32
Ilustrasi.
Editor : Nur Hidayat Said

RAKYATKU.COM - Masa kedaluwarsa vaksin COVID-19 Sinovac yang diproduksi Tiongkok sebenarnya berkisar 2-3 tahun berdasarkan keterangan pihak produsen. Akan tetapi, masa kedaluwarsanya dipercepat.

 

"Diganti menjadi enam bulan karena akan dipakai secepatnya," kata Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Sinovac di Bandung, Kusnandi Rusmil, dikutip dari Tempo, Rabu (10/3/2021)

Pemakaian vaksin segera itu, kata dia , juga agar stok tidak menumpuk. Beberapa pihak seperti dirinya dan Kementerian Kesehatan, sempat menanyakan ke PT Bio Farma soal percepatan masa kedaluwarsa vaksin Sinovac.

Baca Juga : Gebyar Vaksin Covid-19, Pemkab Gowa Siapkan Doorprize Puluhan Sepeda Motor

“Saya pernah nanyain ke Bio Farma, bilangnya supaya yang datang duluan cepat dipakai sehingga expired-nya diganti,” kata guru besar dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran ini.

 

Dia pun membantah semua jenis vaksin bermasa kedaluwarsa enam bulan. Tergantung jenis vaksinnya, ujar Kusnandi, ada yang tahan sampai dua tahun lebih.

Selain itu, percepatan tanggal kedaluwarsa vaksin Sinovac juga supaya stok yang ada di tempat penyimpanan Bio Farma segera keluar untuk dipakai.

Baca Juga : Pria Ini Divaksinasi 90 Kali demi Jual Kartu Vaksin Palsu

PT Bio Farma atas persetujuan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mengubah masa kedaluwarsa vaksin buatan Sinovac yang kini sedang disuntikkan ke warga di Indonesia.

Dari masa kedaluwarsa 19 September 2023 untuk produksi vaksin angkatan pertama misalnya, menjadi 20 Maret 2021.

Kusnandi menyarankan semua pihak mengikuti masa kedaluwarsa baru yang dipercepat waktunya itu.

Baca Juga : Kemenkes Angkat Bicara Soal Dosis Keempat dan Suntik Vaksin COVID-19 Tiap Tahun

Menurutnya, masih ada perpanjangan waktu pemakaian setelah tanggal kedaluwarsa. “Sesuai aturan Badan POM, ada masa tenggang sampai satu bulan,” katanya.

Dampak penggunaan vaksin kedaluwarsa, bisa mengurangi sensitivitas vaksin sehingga antibodi yang ditimbulkan dari vaksin menjadi rendah.
Adapun kejadian ikutan pascaimunisasi dari vaksin kedaluwarsa, tergantung kondisi tubuh seseorang.

Sumber: Tempo