Minggu, 21 Februari 2021 12:29

Tidak Menyetujui Kebijakan Baru, Pengguna Tak Lagi Bisa Membaca atau Mengirim Pesan di WhatsApp

Fathul Khair Akmal
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Ilustrasi
Ilustrasi

Jika pengguna masih tidak mau menerima pembaruan kebijakan dalam beberapa minggu, mereka tidak dapat membaca atau mengirim pesan dari WhatsApp.

RAKYATKU.COM - Setelah klarifikasi pembaruan privasi yang akan datang, WhatsApp kembali menjelaskan kepada pengguna apabila mereka tidak menyetujui persyaratan baru sebelum 15 Mei 2021.

Dikutip dari TechCrunch, Minggu (21/2/2021), WhatsApp mengatakan bahwa mereka bakal perlahan-lahan meminta pengguna mematuhi persyaratan baru agar memiliki fungsionalitas penuh aplikasi mulai 15 Mei.

Jika pengguna masih tidak mau menerima pembaruan kebijakan dalam beberapa minggu, mereka tidak dapat membaca atau mengirim pesan dari WhatsApp. Pengguna hanya bisa menerima panggilan atau pemberitahuan aplikasi.

Baca Juga : 

Selain itu, kebijakan mengenai pengguna tidak aktif juga mulai diberlakukan setelah 15 Mei. Berdasarkan laman FAQ WhatsApp, setiap akun WhatsApp yang tidak aktif akan dihapus setelah 120 hari.

Kebijakan WhatsApp soal berbagi data ke Facebook ini dilontarkan beberapa bulan lalu. Banyak pengguna yang protes lantaran WhatsApp mengancam bakal menghapus akun jika pengguna tidak menyetujui kebijakan ini.

Awalnya, WhatsApp berencana memberlakukan kebijakan ini pada 8 Februari 2021. Namun, WhatsApp memberikan klarifikasi bahwa kebijakan tersebut hanya berlaku untuk pengguna WhatsApp Business dan WhatsApp Business API, sekaligus memulai kebijakannya pada 15 Mei 2021.

 

"Kami mengenakan biaya kepada bisnis untuk menyediakan layanan pelanggan di WhatsApp, bukan kepada pengguna umum. Beberapa fitur berbelanja melibatkan Facebook agar bisnis dapat mengelola inventaris di seluruh jajaran aplikasi," kata WhatsApp, Minggu (21/2/2021).

"Kami menampilkan lebih banyak informasi secara langsung di WhatsApp agar pengguna dapat memilih apakah mereka bersedia berkomunikasi dengan bisnis atau tidak," tambahnya.

sumber: suara.com

#WhatsApp #viral