Rabu, 17 Februari 2021 21:20

Gubernur Sulsel Apresiasi Distribusi Masker Medis GP Ansor, KSP & Aice Group ke Kelompok Rentan Penularan

Trio Rimbawan
Konten Redaksi Rakyatku.Com
Penyaluran Masker Medis dari GP Ansor, KSP dan Aice Group di CPI Makassar, Rabu, (17/2/2021).
Penyaluran Masker Medis dari GP Ansor, KSP dan Aice Group di CPI Makassar, Rabu, (17/2/2021).

Tekan angka penularan Covid-19 di Kota Makassar, GP Ansor dan Aice Group telah menyiapkan 250 ribu masker medis yang didistribusikan ke berbagai kelompok masyarakat yang rentan terkena penularan virus korona.

RAKYATKU.COM,MAKASSAR-Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah mengapresiasi distribusi masker medis berkualitas kepada berbagai kelompok masyarakat rentan penularan. Nurdin menilai disiplin menggunakan masker di masyarakat adalah aspek pencegah penularan yang saling menguatkan dengan program Wisata Covid di provinsi yang dipimpinnya.

Apresiasi Gubernur diberikan dalam seri kegiatan distribusi 5 juta masker medis di 20 kota Indonesia yang sedang menyambangi wilayah Sulsel. Kick-off kegiatan yang dimotori oleh Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor), Kantor Staf Presiden (KSP) dan Aice Group ini membagikan 250 ribu masker di kawasan wisata Center Point of Indonesia (CPI), Kota Makassar pada Rabu (17/02/2021) ini.

“Saya apresiasi misi kemanusiaan yang dilakukan koalisi banyak unsur ini. Distribusi dan edukasi masker medis berkualitas ke masyarakat yang rentan adalah bagian usaha pencegahan penularan yang sangat-sangat penting. Insya Allah kombinasi pencegahan lewat masker akan memperkuat kunci pembatasan penularan di OTG lewat Wisata Covid-19 yang sudah berjalan,” kata Nurdin.

Dalam kesempatan distribusi di Kota Makassar ini, GP Ansor dan Aice Group telah menyiapkan 250 ribu masker medis yang didistribusikan ke berbagai kelompok masyarakat yang rentan terkena penularan virus korona.

Tidak kurang dari belasan unsur masyarakat dari petugas kebersihan, organisasi keagamaan, rumah ibadah, petugas pemakaman, pelajar, mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, dan elemen masyarakat kelas bawah lainnya hadir untuk menerima secara simbolik masker medis SHIELD dari Aice.

Dalam kesempatan yang sama Ketua Pengurus Wilayah GP Ansor Sulawesi Selatan (PW Ansor Sulsel), Rusdi Idrus menyatakan bahwa koalisi pentahelix yang dilakukan oleh organisasinya bersama dengan Aice Group, KSP dan sederetan lembaga masyarakat lain adalah ijtihad dan sinergi rakyat dalam melawan bencana ini.

 

Menurutnya, misi kemanusiaan melawan korona telah berjalan sejak pandemi baru melanda Indonesia April tahun lalu. GP Ansor dan Aice Group ikut masuk di garis depan dalam memperkuat titik kritis perang melawan Covid-19. Kegiatan distribusi 5 juta masker medis ini adalah bagian kedua dari misi kemanusiaan GP Ansor-Aice melawan korona.

Sebelum kampanye masker ini, lembaganya dan Aice Group bekerjasama dengan kalangan dokter dan tenaga kesehatan (Nakes) melakukan penguatan logistik Alat Pelindung Diri (APD) dan sisi psikologis para Nakes.

Aice dan GP Ansor mendistribusikan cukup banyak APD yang saat itu sangat langka di kalangan Nakes. GP Ansor dan Aice Group menyambangi belasan rumah sakit di wilayah Jabodetabek, Rembang, Jawa Tengah dan RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran untuk mengantarkan APD dan sejuta es krim untuk Nakes.

Rusdi juga menjelaskan bahwa saat itu Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas yang kini juga menjabat sebagai Menteri Agama menyatakan bahwa Ansor setia menempati posisi terdepan dalam memperbaiki kondisi negeri di saat pandemi ini.

“Saat itu Ketum Gus Yaqut memerintahkan Ansor dan Banser untuk aktif menjagai keselamatan nyawa Nakes. Salah satunya dengan distribusi APD yang saat itu sangat-sangat langka. Sejuta es krim Aice juga kami distribusikan saat itu. Ansor berusaha memperkuat aspek teknis-medis, dan juga psikologis. Terutama saat para Nakes sedang mengalami kelelahan jiwa dan raganya dalam menyembuhkan pasien korona,” jelas Rusdi.

Sementara itu, Brand Manager Aice Group, Sylvana mengatakan bahwa koalisi GP Ansor, KSP dan Aice selalu berusaha menjagai berbagai momen kritis pandemi. Koalisi pentahelix yang dibangun dengan keterlibatan banyak pemangku kepentingan di level nasional dan lokal ini, menjadikan berbagai momen kolektif rakyat yang rentan penularan sebagai sasaran distribusi masker medis.

“Gerakan pentahelix yang didukung oleh berbagai kalangan dari pemerintah, swasta, ormas, lembaga pendidikan hingga media massa ini, membuat kami lebih dekat dengan kondisi asli masyarakat. Distribusi bersama atas 5 juta masker medis SHIELD dari Aice ini adalah bukti bahwa kerjasama anak negeri akan memperkuat kita semua dalam melawan covid-19,” jelas Sylvana.

Sylvana menambahkan bahwa saat ini semua pihak harus bekerjasama di semua tempat. Semua pihak tidak bisa lagi hanya memilih-milih klaster tertentu untuk segera ditangani.

“Semua potensi klaster ada di banyak tempat. Ada di keluarga, lingkungan, perkantoran hingga rumah ibadah sekalipun. Karenanya, kami melibatkan banyak pihak agar saling menjagai keselamatan satu sama lain. Kedisiplinan memakai masker berkualitas adalah salah satu kunci terpentingnya,” tambahnya.

Bukan hanya itu, Sylvana juga mengaku bahwa 15 Juta Masker Medis Juga Didistribusikan oleh 250 ribu UMKM Aice

Dalam kegiatan yang dijalankan dengan disiplin ketat Protokol Kesehatan (Prokes) di kawasan CPI ini, Sylvana menjelaskan bahwa setidaknya ada dua kunci sukses keberhasilan yang saling berkorelasi dalam menekan penularan korona.

Daya tahan masyarakat suatu daerah dalam melawan virus korona sangat ditentukan oleh adanya integrasi kepemimpinan yang tegas dengan partisipasi tinggi masyarakat menjalankan

Prokes.

Ia menilai keterbatasan jumlah tempat tidur dan fasilitas kurasi di rumah sakit khusus pasien Covid-19 harus dipertimbangkan untuk lebih menguatkan langkah pencegahan. Terutama di kelompok masyarakat yang rentan tertular virus berbahaya ini.

“Rumah sakit sudah mulai penuh. Di saat yang sama, kematian Nakes yang terus bertambah sangatlah kita waspadai. Kita perlu sama-sama dan dengan sekuat tenaga melakukan pencegahan. Bukan hanya di aspek kurasi. Kami berharap distribusi 5 juta masker medis ini sinergis dengan berbagai program penanganan covid-19 di Makassar dan sekitarnya. Mudah-mudahan 2021 menjadi tahun terakhir pandemi Indonesia,” harap Sylvana.

Masker medis SHIELD dari Aice sendiri dinyatakan oleh produsen es krim terkemuka ini sudah memiliki spesifikasi kesehatan dan grade kualitas sesuai standar kesehatan. Masker medis 3-ply ini diproduksi oleh Aice Group di salah satu pabriknya yang berlokasi di Mojokerto, Jawa Timur.

Aice juga mengklaim bahwa SHIELD sudah mendapatkan sertifikasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Dan uniknya, Aice menyatakan bahwa 100 persen dari masker medis produksinya hanya digunakan sebagai donasi.

Selain 5 juta masker medis yang didistribusikan ke kalangan masyarakat luas di 20 kabupaten dan kota, Aice juga membagikan 15 juta masker lainnya ke masyarakat lewat jaringan penjual es krimnya di masyarakat.

Sylvana menjelaskan bahwa besarnya jaringan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) penjual Aice di masyarakat menjadi kunci penting lain kampanye distribusi dan edukasi penggunaan masker. Ada lebih dari 200 ribu jaringan warung atau UMKM yang menjual es krim Aice di seluruh Indonesia.

Produsen es krim yang dikenal dekat dengan masyarakat berbagai kalangan dan memiliki harga terjangkau oleh semua level masyarakat ini, terkenal memiliki jaringan pemasar yang kuat di masyarakat.

“Aice memproduksi masker medis dalam jumlah sangat besar dengan niat kuat kami untuk memperkuat rakyat dalam melawan penularan. Visi dan Misi kemanusiaan akan selalu mejadi bagian dari proses bisnis Aice. Bukan hanya memberikan keceriaan lewat es krim yang berkandungan baik seperti Aice Susu Telur. Tapi juga dengan aktivitas ratusan ribu UMKM seller es krim Aice dalam membagikan kebaikan lewat masker medis SHIELD ini,” tutup Sylvana. (rls)

 

#KSP dan Aice Group #Salurkan 5 juta Masker #gp ansor